BPBD Kukar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Genangan di Wilayah Rawan

BPBD Kukar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Genangan di Wilayah Rawan
Kondisi banjir yang terjadi di Kecamatan Tabang. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)kembali mengalami genangan air setelah hujan deras mengguyur sejak akhir pekan. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar memastikan kondisi masih berada dalam kategori aman dan belum mengganggu aktivitas warga.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar Setianto Aji Nugroho menyampaikan, pola genangan yang muncul kerap terjadi pada desa-desa yang berada di wilayah bantaran sungai. Kontur tanah yang rendah membuat air cepat meluap, namun juga mudah surut ketika hujan berhenti.

“Genangan di wilayah rendah seperti ini biasanya tidak berlangsung lama. Kalau hujan berhenti sehari saja, air relatif cepat turun,” ungkap Setianto saat diwawancarai, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga  Gagal Juara Piala AFF 2025, Pelatih Gerald Vanenburg Akui Rasa Bangga Perjuangan Tim

Berdasarkan pemantauan BPBD, beberapa desa di Kecamatan Tabang melaporkan genangan sementara. Kondisi tersebut disebut tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Berbeda dengan Tabang, Kecamatan Kembang Janggut, terutama Desa Kelekat menjadi lokasi yang mendapat perhatian lebih. Posisi wilayah yang lebih rendah serta berada di aliran Sungai Belayan membuat desa ini berpotensi menampung luapan air dari hulu.

“Air di Tabang sifatnya lewat saja. Justru wilayah yang perlu diantisipasi adalah Kembang Janggut karena letaknya di dataran yang lebih rendah,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, BPBD menerjunkan tim mitigasi guna memantau desa-desa terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Pemeriksaan langsung ke lapangan juga dijadwalkan dilakukan hari ini.

Baca Juga  Sempat Tertunda Akibat Pandemi, BPS Samarinda Lanjutkan Sensus Penduduk di 2022

Selain itu, BPBD telah menyiapkan sejumlah peralatan darurat, termasuk perahu karet, sebagai langkah antisipasi apabila tinggi genangan bertambah dan menghambat mobilitas warga.

“Hingga saat ini tidak ada permintaan pengungsian. Tapi perlengkapan darurat tetap kami siagakan untuk antisipasi,” jelasnya.

Meskipun situasi masih terkendali, BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Warga disarankan mengamankan barang penting, memperhatikan instalasi listrik, dan berhati-hati saat melintas di area tergenang.

Baca Juga  Mengaku Raja Demo, Ketua DPRD Kukar Persilakan Masyarakat Sampaikan Aspirasi

“Situasinya masih aman, tapi kami tetap siaga penuh menghadapi kemungkinan perubahan kondisi,” tutup Setianto. (fjr)