KUTAI KARTANEGARA — Desa Jembayan Tengah di Kecamatan Loa Kulu terus berbenah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis edukasi. Berstatus sebagai desa wisata, wilayah ini kini menjadi destinasi alternatif yang mengedepankan kearifan lokal, kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi juga turut mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Kepala Desa Jembayan Tengah Masnur menyampaikan, konsep wisata edukasi yang diangkat tak hanya menawarkan panorama pedesaan. Tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung kepada para pengunjung.
“Alhamdulillah saat ini kami sudah menjadi desa wisata, bekerja sama dengan Polnes Samarinda. Rangkaian wisata yang kami angkat adalah wisata edukasi,” ujar Masnur, Kamis (12/6/2025).
Dia menjelaskan, rangkaian wisata dimulai dari Gerbang Desa di RT 1, di mana pengunjung disambut dengan beragam hasil kerajinan tangan warga. Pada RT 3, terdapat atraksi budaya berupa pembuatan Rumah Seraong, rumah adat khas yang menjadi ikon ulang tahun desa bertema “Festival Kampung Seraong”.
Potensi lainnya berada di RT 4, tempat berdirinya sentra madu kelulut. Di lokasi ini, pengunjung tidak hanya bisa mencicipi madu langsung dari sarangnya, tetapi juga membeli produk olahan yang telah dikemas sebagai oleh-oleh khas Jembayan Tengah.
Di Dusun 2, Desa Jembayan Tengah memiliki lahan pertanian edukatif. Lokasi ini menjadi tempat belajar menanam padi dan bercocok tanam bagi pelajar maupun pengunjung umum. Tak hanya itu, bagian atas desa menyuguhkan wisata peternakan kambing Etawa.
Masnur mengungkapkan, seluruh hasil ternak dimanfaatkan secara maksimal, mulai dari susu, kotoran, hingga air kencing yang diolah menjadi pupuk organik untuk pertanian.
“Kami berharap produksi ini bisa berkembang hingga ke luar Desa Jembayan Tengah,” harapnya.
Dengan Kolaborasi bersama Polnes Samarinda, pihaknya fokus mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan memperkuat nilai pendidikan dalam pariwisata. Festival Kampung Seraong yang digelar tiap tahun turut menjadi momentum promosi yang diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar daerah.
“Harapan kami, wisata Desa Jembayan Tengah bisa lebih bergema hingga ke luar daerah, sehingga wisatawan tertarik datang,” tandas Masnur. (adv/fjr)












