Desa Perjiwa Kembangkan Sektor Pertanian Melalui Inovasi dan Kemandirian BUMDes

Desa Perjiwa Kembangkan Sektor Pertanian Melalui Inovasi dan Kemandirian BUMDes
Kepala Desa Perjiwa Erik. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya. Kepala Desa Perjiwa Erik Nur Wahyudi menjelaskan, sektor pertanian di desa ini cukup stabil berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian.

Erik mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang saat ini dihadapi oleh petani di Perjiwa adalah masalah ketersediaan pupuk. “Kami selalu berupaya mencari solusi terkait masalah pupuk, karena ketersediaannya sangat bergantung pada permintaan masyarakat,” katanya, Kamis (27/3/2025).

Lanjut Erik, dibidang pertanian Desa Perjiwa memiliki potensi besar dengan sistem pertanian yang tergolong produktif. Di sawah, para petani dapat memanen hingga tiga kali dalam setahun jika cuaca mendukung.

Baca Juga  Bupati Kukar Lakukan Penyegaran Belasan Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional

Namun, jika musim panas terlalu panjang dan terik, hasil panen biasanya berkurang menjadi dua kali setahun. Kondisi cuaca yang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

“Setiap kelompok tani di desa ini mampu menghasilkan hingga 25 ton beras per panen. Saat ini, ada sekitar 7 hingga 8 kelompok tani yang aktif di desa ini,” jelas Erik.

Kendati demikian, Erik menyebutkan bahwa petani di desa ini tak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat atau daerah, tetapi juga aktif dalam mencari solusi mandiri.

Baca Juga  Kunker Ke Kemendagri, Komisi I DPRD Kukar Konsultasikan Masa Jabatan Kades

“Kemarin, para petani mengajukan permohonan untuk bantuan pupuk dan berhasil mendapatkan alat Sintan (alat mesin pertanian) sebagai dukungan dari pihak lain,” ungkapnya.

Selain masalah pupuk, masyarakat Perjiwa juga memiliki inisiatif untuk mengembangkan sektor pertanian mereka lebih jauh lagi. Salah satunya adalah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Masyarakat ingin mencoba mengembangkan usaha mereka melalui BUMDes dengan tujuan untuk memproduksi beras sendiri, sehingga mereka bisa lebih mandiri dan mengoptimalkan hasil pertanian,” tambahnya.

BUMDes ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan mereka akses langsung untuk mengolah hasil pertanian dan menjualnya tanpa perantara. (adv/fjr)

Baca Juga  Samarinda Butuh Banyak Biaya untuk Pembangunan, Camat dan Lurah Diminta Lakukan Ini
situs togel situs slot situs slot bento4d bandar togel slot thailand