KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, terus berupaya memaksimalkan regenerasi petani dengan menghadirkan kelompok petani milenial. Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi mentor bagi masyarakat setempat.
Kepala Desa Segihan Hendra Wahyudi mengungkapkan, saat ini petani milenial di wilayahnya yang bergerak di sektor budidaya perikanan dengan metode bioflok. Namun konsep yang diterapkan di Desa Segihan berbeda, karena lebih menitikberatkan pada pembentukan kelompok petani milenial yang dapat menjadi mentor bagi masyarakat.
“Kami menugaskan para petani milenial untuk mendalami teknik budidaya perikanan dengan sistem bioflok agar mereka dapat mengajarkan ilmu tersebut kepada warga desa,” ujar Hendra kepada Komparasinews, Senin (3/3/2025).
Lebih lanjut dikatakan, saat ini program tersebut telah memasuki tahun kedua. Dengan target ke depan petani milenial dapat menjadi pendamping masyarakat dengan target satu rumah satu bioflok.
Selain di sektor perikanan, konsep serupa juga diterapkan pada budidaya tanaman, salah satunya jambu kristal. Sebagai tahap awal, satu RT telah dijadikan percontohan dengan menerapkan konsep “satu rumah satu pohon jambu” menggunakan metode polybag.
“Tahun ini kami menargetkan sebanyak 11 RT dapat menerapkan budidaya jambu kristal secara menyeluruh,” ungkap Hendra.
Saat ini, terdapat 12 petani milenial di Desa Segihan yang aktif berpartisipasi dalam program ini. Hendra berharap agar jumlah petani muda di Desa Segihan dapat bertambah serta memberikan manfaat yang lebih luas.
“Mereka memiliki semangat dan kemauan untuk belajar. Kami berharap jumlah petani muda ini terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program regenerasi petani ini,” pungkasnya. (adv/fjr)
situs togel











