KUTAI KARTANEGARA – Rusaknya Jembatan Sambera di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak disebabkan banyaknya kendaraan yang melintas melebihi standar yang ditetapkan. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Restu Irawan.
Padahal infrastruktur ini baru saja rampung pada Januari 2022 lalu. Yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat karena banyak yang berlubang.
“Harusnya standar muatan delapan ton, nah yang lewat ada yang 12 ton. Kendaraan yang melintas melebihi kapasitas, seperti CPO, dan truck sawit,” kata Restu kepada media Komparasinews.id, Senin (30/5/2022).
Pihaknya secara tegas telah memanggil perusahaan-perusahaan yang sering melintas agar bisa menyesuaikan kapasitas muatan. Terkait perbaikannya, Restu membeberkan tahun ini dilakukan review perencanaan melalui APBD Perubahan dan akan mengusulkan pengerjaannya secara permanen di tahun 2023.
“Perbaikan kami usahakan tahun depan. Soalnya kontruksinya bukan kebinamargaan, jadi kami review kontruksinya dahulu,” terangnya.
Hal ini dilakukan untuk tujuan jembatan tersebut kokoh secara permanen. Diakuinya selama ini perbaikan yang dilakukan hanya bersifat semi permanen atau sementara.
Diketahui, jembatan ini merupakan akses vital. Selain menjadi jalur utama menuju ke objek wisata pantai, jembatan tersebut juga menjadi penghubung antara wilayah Kecamatan Muara Badak, Marang Kayu dan Bontang. (zu)












