KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Lomba Seni Budaya Kutai. Sebagai bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2025 yang akan berlangsung pada 21–29 September.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo mengatakan, lomba ini meliputi empat cabang seni tradisi. Yakni tarsul, tari jepen, musik tingkilan, dan lagu Kutai.
“Pemilihan cabang lomba ini didasarkan pada seni tradisi asli. Tujuan kami adalah membangun kembali budaya tradisi sesuai tupoksi Disdikbud, yakni pembinaan dan pelestarian,” jelas Puji usai Technical Meeting Lomba di Ruang Serbaguna Disdikbud Kukar, Rabu (17/9/2025).
Lomba terbuka untuk umum tanpa batasan usia, dengan kuota maksimal 20 peserta di setiap kategori. Menurut Puji, antusiasme peserta cukup tinggi, baik dari sekolah maupun sanggar seni.Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, akan menjadi venue perlombaan. Dimulai sejak pembukaan hingga malam penutupan Erau Adat Kutai 2025.
“Karya seni yang ditampilkan harus ciptaan sendiri. Untuk tarsul, kata-katanya harus buatan peserta tanpa mengandung unsur SARA atau penghinaan. Sementara tarian tidak boleh dikreasikan karena sifatnya tradisional,” tegas Puji.
Durasi tarian dibatasi maksimal lima menit, sementara musik umumnya diambil dari platform daring. Berbeda dari tahun sebelumnya, Erau kali ini menjadi momentum pertama lomba seni budaya digelar secara khusus.
“Kami sebut pertandingan, bukan lomba. Harapan kami, seni tradisional bisa kembali ditampilkan dalam bentuk aslinya, sehingga pembinaan dan pelestarian budaya berjalan berkesinambungan,” tandas Puji. (fjr)












