Dispora Kukar Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional Lewat Zona Khusus Berbasis Budaya

Foto: Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kutai Kartanegara (Dispora Kukar) tengah menyiapkan terobosan baru untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional melalui pembentukan zona olahraga berbasis budaya.

Program ini dirancang sebagai ruang publik edukatif agar masyarakat dapat berolahraga sekaligus melestarikan permainan khas daerah.

Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni menjelaskan bahwa zona olahraga tradisional akan menjadi tempat bagi warga untuk mengenal dan memainkan kembali permainan khas Kutai seperti bergasing dan menyumpit, yang belakangan mulai diminati generasi muda.

“Antusiasme masyarakat terhadap olahraga tradisional terus tumbuh. Ini momentum yang tepat untuk membangkitkan kembali warisan budaya dengan cara yang lebih modern dan terbuka,” ujar Ali, Jumat (14/11).

Baca Juga  Ketua DPRD Kaltim: Proyek Pembangunan Harus Diawasi Ketat, Jangan Sampai Rusak Lingkungan

Ali menegaskan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai sosial dan pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat karakter generasi muda.

“Permainan tradisional adalah bagian dari jati diri masyarakat. Kami ingin anak-anak muda kembali mengenal nilai budaya lokal lewat kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan,” tambahnya.

Sebagai tahap awal, Dispora akan memanfaatkan area publik seperti taman kota, stadion, dan ruang terbuka di berbagai kecamatan sebagai lokasi zona olahraga tradisional. Diharapkan, keberadaan zona ini memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk terlibat aktif.

Baca Juga  Dishub Samarinda Siapkan Peluncuran Transportasi Ramah Lingkungan

Program tersebut merupakan bagian dari agenda besar Dispora Kukar dalam menghadirkan ruang olahraga yang inovatif dan berkarakter lokal. Zona ini tidak hanya ditujukan bagi pelajar dan atlet, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dari segala usia.

“Olahraga adalah ruang pemersatu. Dengan sentuhan budaya lokal, kami ingin menjadikannya sarana memperkuat identitas daerah,” ucapnya.

Ali berharap zona olahraga tradisional dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Kukar, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal.

“Semoga langkah ini menginspirasi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya, serta menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” pungkasnya. (adv/fjr)