Dorong Reformasi dan Transformasi Digital, Ratusan Pejabat Pemkab Kutim Dilantik

Dorong reformasi dan transformasi digital, ratusan pejabat Pemkab Kutim dilantik. (istimewa)

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Pemkab Kutim) melakukan penyegaran pejabat Administrator dan Pengawas di ruang Meranti, kantor Bupati, Sangatta, Senin (26/1/2026).

Sebanyak 164 pegawai di lantik dan diambil sumpah janji jabatannya oleh oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman berdasarkan  Surat Keputusan (SK)  Nomor: B–400.14.1.1/00046/BUP tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Pns Kedalam Jabatan Administrator Dan Jabatan Pengawas Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026.

Agenda tersebut merupakan bagian dari semangat organisasi guna penyegaran aparatur sekaligus meningkatkan kinerja birokrasi dalam melayani masyarakat. Pelantikan ini 

Dalam amanahnya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa setiap posisi yang diemban merupakan bentuk kepercayaan besar yang menuntut tanggung jawab penuh dari para pejabat diberikan amanah untuk menjalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)

Baca Juga  Tegas! Pegawai Pemkab Kutim Harus Laporan Kinerja Setiap Hari, Jika Tidak…

“Pelantikan ini adalah bagian tak terpisahkan dari kebutuhan organisasi untuk peningkatan kinerja dan penataan sistem pelayanan. Jabatan yang saudara emban adalah amanah dari pemerintah daerah (Pemda) sekaligus masyarakat,” ujarnya. 

Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu juga meminta kepada seluruh pajabat yang baru saja di lantik untuk menjaga integritas dengan menghindari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), meningkatkan profesionalisme sesuai regulasi serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas hak pribadi. Selain itu, dia mendorong percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik hingga penguatan kolaborasi sesama perangkat daerah.

Baca Juga  Awal yang Buruk, Timnas Indonesia Digulung Iran 0-3 di Piala Asia U-20

“Jadilah pejabat yang berintegritas dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Ingat bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan amanah untuk melayani. Saya juga mendorong penerapan teknologi informasi agar sejalan dengan semangat reformasi tata usaha,” tegasnya.

Pria kelahiran 5 Februari 1964 itu berharap. Para pejabat menjadi teladan dan disiplin dalam etika kerja. Mengingat tantangan daerah yang semakin kompleks, pihaknya meminta pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara efektif, efisien dan akuntabel demi pembangunan yang berkeadilan di bidang infrastruktur, pendidikan hingga ekonomi kerakyatan.

Baca Juga  PPU Siapkan Sumur Dalam sebagai Solusi Sementara Pengairan Lahan Pertanian

“Saya berharap saudara dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta mewujudkan cita-cita pembangunan Kutai Timur yang berkelanjutan,” pungkasnya. (xl)