Drainase Disinyalir Bermasalah, Dewan Samarinda Tinjau Lokasi Rawan Banjir

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Samri Shaputra (tengah) saat menunjau jaringan drainase di Jalan Teluk Bayur. (Istimewa)

SAMARINDA – Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Kota Samarinda masih menjadi langganan banjir. Misalnya saja di Kelurahan Masjid dan Mangkupalas terutama Jalan Teluk Bayur.

Warga pun berharap agar infrastruktur penanganan banjir mendapat perhatian serius. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra. Menurutnya, masalah banjir di samarinda dipicu sejumlah persoalan.

Misalnya persoalan lingkungan hingga permasalahan infrastruktur yang tidak terintegrasi dengan baik terutama drainase.

Saat hujan besar, tentu warga Samarinda mulai khawatir banjir bakal datang memasuki ruma-rumah, apalagi daerah sebagai titik langganan banjir. Sebab itu, warga kerap mengeluh tiada hentinya soal banjir yang tidak kunjung dituntaskan hingga saat ini.

Baca Juga  Kukar Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Kepmensos RI Nomor 150 Tahun 2022 Wilayah Kaltim

Setiap pergantian kepala daerah pun permasalahan ini masih belum ditemukan solusi yang mampu meminimalisasi persoalan banjir tersebut.

“Saya menerima keluhan dari warga, kemudian saya langsung turun ke lapangan untuk mengecek, ternyata memang drainasenya harus dibangun dan diperlebar serta harus terhubung agar saluran air lebih lancar,” ungkap Samri.

Politikus PKS itu, pasca meninjau keluhan warga itu, dirinya bakal memperjuangkan kondisi drainase itu agar bisa dibangun. Pembenahan drainase serta saluran air pun menjadi yang harus dilakukan.

Baca Juga  Dispora Kukar Siapkan Hadiah Ratusan Juta untuk Lomba Gerak Jalan

“Sehingga harapannya, masalah banjir pada kawasan tersebut dapat diminimalisasi,” katanya.

Sebagai representasi dan wakil dari rakyat tentu segala aktivitas dan perjuangan tentunya memperhatikan kepentingan masyarakat. “Ini juga sebagai wujud tanggungjawab kita terhadap masyarakat,” tutupnya. (gus)