Dukung Ekonomi Kreatif Kukar, Puluhan Warga Ikuti Pelatihan Seni Kriya dan Wastra

Dukung Ekonomi Kreatif Kukar, Puluhan Warga Ikuti Pelatihan Seni Kriya dan Wastra
Para peserta Pelatihan Seni Kriya dan Wastra tengah mendengarkan materi dari narasumber. (Prokom Kukar)

KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 30 warga dari sembilan kecamatan mengikuti pelatihan Seni Kriya dan Wastra di Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Ahad (26/6/2022) malam. Pelatihan ini digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim bekerja sama Dinas Pariwisata Kukar.

Pelatihan dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Totok Heru Subroto bersama Plt Dispar Kaltim Ivan Riva’i, menghadirkan lima narasumber dari, para akademisi (Polnes), Komite Kekraf Kukar, serta pengrajin Kukar.

Membacakan sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah, Totok menyebut pada 2020 sudah disusun Roadmap jalan ekonomi kreatif Kukar. Namun pelaksanaannya masih di sembilan kecamatan. Tahun ini akan dilanjutkan pada sembilan kecamatan lainnya.

“Gambarannya, terdapat tiga subsektor unggulan yaitu kuliner, kriya, dan seni pertunjukan. Sementara tiga subsektor potensial yaitu Musik, film, serta animasi dan video,” terang Totok.

Baca Juga  Khawatir Kedaluwarsa, Masyarakat Kaltim Diajak Segera Manfaatkan Vaksinasi Booster Kedua

“Sangatlah tepat memilih subsektor kriya didampingi wastra menjadi materi pelatihan untuk para pelaku ekonomi kreatif di Kukar. Karena dari ketiga subsektor unggulan merupakan subsektor yang saling dorong terhadap 14 subsektor lainnya,” sambungnya.

Melihat perkembangan daya tarik wisata, kata Totok, baik yang dikelola swasta maupun pertumbuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dalam dua tahun terakhir harus diiringi adanya produk kriya sebagai suvenir khas dari daya tarik wisata tersebut maupun bercirikan Kukar.

Sehingga, ada sesuatu yang dibeli dan dibawa pulang oleh para wisatawan sebagai cendera mata sekaligus alat promosi secara tidak langsung.

“Dan Wastra Kukar memiliki potensi wastra yang baik dan bisa lebih optimal yang sudah dikenal. Yakni ada Batik Melayu Kutai dengan berbagai motif yang digagas oleh Imam Pranowo,” beber Totok.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Uniba Bantu Pedagang Pantai Wisata Beralih ke Uang Digital

“Ada motif Gasing yang dikenalkan Rumah Budaya Kutai dan ada pula tenun ulap doyo yang tidak hanya menjadi syal dan pakaian. Tetapi sudah diolah menjadi berbagai macam produk seperti Tas Wanita, Tas Pinggang, Tali Jam Tangan, serta beragam suvenir lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Totok mengatakan, Wastra bisa berdiri sendiri berupa kain. Namun jika diberikan sentuhan kreativitas akan menjadi kriya yang punya nilai lebih dengan harga jual dan kekhasan tersendiri.

Adapun pelatihan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas SDM pelaku ekonomi kreatif di subsektor Kriya dan Wastra, sejalan program dedikasi Bupati dan Wabup Kukar yaitu Kukar Kreatif Idaman. Dan berperan dalam pencapaian misi ketiga RPJMD yaitu Memperkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga  Khawatir Banyak Lahan Beralih Fungsing Ke Pertambangan, DPRD Kukar Dorong Regulasi Pertanian Yang Kuat

“Kami berharap, dengan pelatihan ini para peserta mampu berinovasi dengan membuat karya dengan nilai ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya,” tegas Totok. (xl)