KUTAI KARTANEGARA – Fenomena Sunday Morning Ride (Sunmori) di sepanjang jalur Loa Janan menuju Warung Panjang hingga kawasan Samboja kembali menjadi sorotan. Lantaran meningkatnya keluhan masyarakat terkait potensi gangguan keamanan dan keselamatan lalu lintas.
Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Loa Janan menilai kegiatan akhir pekan tersebut telah berkembang menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat, namun tetap berlangsung tanpa tindakan tegas dan berkelanjutan dari aparat kepolisian.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Umum DPK KNPI Loa Janan, Muhammad Hasbi, saat ditemui pada Minggu (4/1/2026). Dia menyebut Sunmori sebagai “teror mingguan” yang setiap pekan memicu keresahan dan membahayakan pengguna jalan.
“Ini bukan lagi aktivitas komunitas motor. Dampaknya sudah menjadi gangguan serius bagi warga dan pengguna jalan. Kecelakaan terjadi berulang, korban terus bermunculan, tetapi penanganan dari aparat nyaris tak terlihat,” ujar Hasbi.
Dirinya juga menuding Polres Kutai Kartanegara (Kukar)dan Polsek Loa Janan gagal menjalankan tugas pengawasan dan penegakan hukum. Hasbi menolak berbagai alasan teknis yang menurutnya kerap digunakan untuk menutupi tidak adanya penertiban rutin.
“Tidak perlu lagi berlindung di balik alasan teknis. Semua sudah tahu kapan dan di mana aktivitas ini terjadi. Kalau mau ditertibkan, sangat memungkinkan. Faktanya tidak dilakukan. Ini bukan kelalaian, tetapi pembiaran,” tegasnya.
Hasbi menambahkan, lokasi yang menjadi titik Sunmori merupakan jalur penting sehingga seharusnya mendapatkan perhatian penuh dari negara.
“Jalan strategis dijadikan arena kebut-kebutan. Ini memprihatinkan. Ketika hukum tegas terhadap pelanggaran kecil tetapi longgar pada pelanggaran besar yang terang-terangan, kepercayaan publik pasti menurun,” kata Hasbi.
Lebih jauh, dirinya menilai aparat tidak dapat lagi beralasan bahwa tindakan hanya diberikan setelah kejadian. Dengan potensi bahaya yang sudah jelas, menurutnya tanggung jawab aparat bukan hanya secara hukum, tetapi juga moral dan politik.
“Ketika potensi pelanggaran sudah terlihat dan dibiarkan, maka aparat ikut memikul tanggung jawab moral atas setiap korban. Jangan hanya datang setelah insiden terjadi lalu memasang garis polisi,” ucap Hasbi.
DPK KNPI Loa Janan meminta kepolisian segera melakukan pengawasan dan penindakan secara rutin, konsisten, dan menyeluruh, bukan sekadar razia seremonial yang dilakukan sesekali atau setelah tekanan publik meningkat. Hasbi menegaskan keselamatan warga tidak boleh dikorbankan oleh pembiaran yang berulang.
“Negara tidak boleh kalah oleh suara knalpot dan ego kelompok. Polisi harus hadir sebelum korban berikutnya muncul, bukan sesudahnya,” tandasnya.
Sementara itu Polsek Loa Janan menegaskan telah melakukan langkah imbauan dan patroli. Namun meminta warga tidak mengambil tindakan sepihak yang berisiko menimbulkan persoalan baru.
Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran warga, terlebih jalur tersebut kerap dipadati komunitas motor pada akhir pekan. Meski demikian, dia menegaskan bahwa polisi terus memberikan imbauan langsung kepada para pengendara.
“Memang fenomena Sunmori ini mulai ramai sejak tahun lalu. Personel kami terbatas, tetapi imbauan tetap kami sampaikan. Di pos Tahura, anggota piket juga mengingatkan adik-adik yang lewat untuk tertib, menggunakan kelengkapan kendaraan dan helm, serta tidak ugal-ugalan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (5/1/2025).
Dalimunthe menambahkan, petugas tidak dapat melakukan penyetopan sepihak karena jalur tersebut merupakan jalan umum. Karena itu, pendekatan imbauan menjadi langkah yang paling memungkinkan sejauh ini.
“Mereka melintas di jalan umum, jadi tidak mungkin dilarang begitu saja. Yang bisa kami lakukan adalah menegur dan mengimbau langsung,” kata dia.
Kapolsek juga menyoroti tindakan sebagian warga yang sempat menghentikan rombongan Sunmori di wilayah Batuah.
“Kami imbau warga Batuah, kalau ada penertiban itu sudah ada pihak kepolisian. Jangan sampai menghentikan pengendara secara sepihak karena bisa menimbulkan korban dan menjadi masalah baru,” tegasnya.
Menurut Dalimunthe, patroli tetap dilakukan, meski jangkauan luas dan keterbatasan personel membuat pengawasan tak bisa menyeluruh.
“Kami tetap laksanakan patroli, tapi ya tidak mungkin semua area Loa Janan sampai Batuah tercover. Minimal di titik-titik mereka berhenti, anggota hadir untuk memberikan imbauan,” ujarnya.
Secara terpisah, Kasatlantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli menegaskan bahwa pihaknya turut memberikan imbauan kepada komunitas motor yang melakukan Sunmori.
“Pengendara Sunmori sudah kami imbau untuk berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Mereka menggunakan jalan raya, jadi tidak mungkin kami melarang seseorang untuk melintas,” kata Fandoli.
Dia menjelaskan, Satlantas sudah beberapa kali melakukan patroli dan pengamanan, terutama pada masa libur panjang, di jalur Loa Janan, Samboja hingga kawasan IKN.
“Patroli sudah kami laksanakan, termasuk saat libur panjang kemarin untuk memperlancar arus lalu lintas,” ujarnya.
Fandoli memastikan pihaknya sedang menyusun langkah pengawasan lanjutan. “Ke depan akan kami jadwalkan kembali kegiatan penertiban terhadap pengendara Sunmori,” katanya. (fjr)












