Guru Yayasan Fastabiqul Khairat Serahkan Buku Cerita Rakyat Tiga Bahasa ke DPK Kaltim

Guru Yayasan Fastabiqul Khairat Serahkan Buku Cerita Rakyat Tiga Bahasa ke DPK Kaltim
Buku yang ditulis Fitra akan didistribusikan ke UNESCO dan Perpustakaan Sekolah Seongchon. (ist)

SAMARINDA – Seorang guru di Samarinda, Fitra Elnurinda menyerahkan dua eksemplar buku cerita rakyat Kaltim kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim. Karya tersebut diterjemahkan dalam tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris, dan Korea Selatan.

“Seluruh terjemahan saya kerjakan sendiri dan akan didistribusikan juga ke UNESCO Korea Selatan dan Perpustakaan Sekolah Seongchon,” ucap Fitra, Senin (9/12/2024).

Berkas buku elektronik ini juga telah bisa diakses di aplikasi iKaltim dan Google Books.

Fitra Elnurinda merupakan seorang guru matematika di Sekolah Dasar Fastabiqul Khairat Samarinda, yang menyerahkan buku karyanya kepada Pustakawan DPK Kaltim, Masitah beberapa waktu lalu. Kedua buku berjudul “Cerita Rakyat Kalimantan Timur dalam Tiga Bahasa” ini merupakan hasil kerja sama dengan PBB UNESCO Korea Selatan.

Proses pembuatan buku ilustrasi anak ini memakan waktu satu bulan dan menghasilkan dua edisi. Edisi pertama menceritakan kisah Aji Batara Dewa Agung dan untuk edisi kedua mengisahkan Legenda Batu Balui.

Baca Juga  Petani di PPU Diimbau Optimalkan Pengelolaan Hasil Panen di Musim Hujan

“Satu edisi satu cerita. Harapannya, buku ini dapat memperkenalkan cerita rakyat Kalimantan Timur ke dunia internasional,” ujarnya.

Pembaca juga bisa meningkatkan kemampuan dalam berbahasa asing sambil mengenal budaya lokal.

Sementara itu, Pustakawan DPK Kaltim Masitah mengapresiasi karya Fitra. Pihaknya memuji guru-guru di Samarinda yang menghasilkan karya inspiratif seperti ini.

“Buku ini menambah koleksi DPK Kaltim dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” kata Masitah.

Kemudian, baru ini DPK Kaltim juga menerima 130 eksemplar buku dari 65 judul karya guru dan siswa Yayasan Fastabiqul Khairat Samarinda.

Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, dan Pengembangan Koleksi Bahan Perpustakaan DPK Kaltim, Endang Effendi menyambut baik sumbangan buku tersebut.

Baca Juga  Kecamatan Loa Janan Tampilkan Berbagai Produk Olahan dari Buah Kelapa

“Ini menarik, karena buku-buku ini adalah hasil karya dari guru dan siswa, yang menandakan gerakan literasi di sekolah tersebut sangat aktif. Bahkan, mereka memiliki penerbitan sendiri,” beber Endang.

Dia berharap buku-buku ini dapat memperkuat literasi di Kaltim. Sebagian besar buku koleksi Perpustakaan Kaltim telah digitalisasi dan dapat diakses melalui Buncu Baca Etam atau aplikasi iKaltim.

“Ini merupakan salah satu program DPK Kaltim untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui akses digital,” imbuhnya.

Kepala Pengelola perpustakaan Yayasan Fastabiqul Khairat Samarinda, Rahmawati menjelaskan bahwa sumbangan buku tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan untuk memfasilitasi guru dan siswa dalam menghasilkan karya.

Yayasan Fastabiqul Khairat memiliki penerbitan yang memudahkan guru untuk menerbitkan buku dengan biaya yang terjangkau.

Baca Juga  Pemkot Bontang Rencanakan 77 Kegiatan Pariwisata di Sepanjang 2023

“Di yayasan kami, penerbitan buku lebih murah dan terjangkau,” ungkapnya.

Rahmawati menyebutkan bahwa kegiatan menulis di Yayasan Fastabiqul Khairat sudah di mulai sejak tahun 2019. Saat ini, ada 65 judul buku yang telah memiliki ISBN dan empat buku sedang dalam proses pengajuan ISBN. (nta)