Intervensi Gizi Buruk dan Stunting, DKP PPU Distribusikan 100 Bantuan Bahan Pangan

Intervensi Gizi Buruk dan Stunting, DKP PPU Distribusikan 100 Bantuan Bahan Pangan
Intervensi gizi buruk dan stunting yang dilakukan DKP PPU melalui distribusi 100 bahan pangan. (Diskominfo PPU)

PENAJAM PASER UTARA – Upaya intervensi gizi buruk dan stunting dilakukan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Penajam Paser Utara (PPU) dengan mendistribusikan bantuan bahan pangan sejak Kamis (8/6/2023). Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKP PPU Sri Harijanto dalam keterangan resmi menjelaskan, bantuan diberikan secara bertahap kepada 100 balita di Kecamatan Sepaku, Babulu, dan Penajam.

Bantuan telah diberikan kepada 62 sasaran di Kecamatan Sepaku pada Kamis (8/6/2023). Sisanya diberikan secara bertahap dengan rincian 21 sasaran (Babulu), 10 sasaran (Penajam), 7 sasaran (Petung). Total bantuan yang diberikan sejumlah 650 kg beras, 150 kg gula pasir, 180 kg kacang hijau, 175 kg kacang merah, 180 kg mentega, 150 liter minyak goreng, 200 butir telur, dan 150 kg tepung terigu.

Baca Juga  Angkasa Jaya Dukung Langkah Pemkot Lakukan Penertiban Di Bantaran SKM

Bantuan tersebut, sebut Sri, diharapkan dapat membantu kondisi balita. Supaya bisa kembali menjadi balita yang sehat sesuai perkembangan balita dari usia, berat serta tinggi .

“Pada dasarnya untuk memulihkan kondisi balita dan di satu sisi perekonomian keluarga dapat terbantu dengan hadirnya bantuan penguatan pangan tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut diampaikan bantuan pangan yang diberikan merupakan tindak lanjut dari hasil survey selama dua bulan sebelumnya yang dilakukan oleh tim di lapangan. DKP PPU juga bekerjasama dengan Puskesmas terkait dalam distribusi bantuan bahan pangan tersebut.

Baca Juga  Lurah Melayu Usulkan Bank Sampah Dibangun di Kawasan Eks RSUD AM Parikesit

“Adapun tujuan dilaksanakannnya kegiatan pengendalian kerawanan pangan dan gizi adalah untuk melakukan identifikasi dan mengumpulkan data keluarga di daerah rentan rawan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara,” beber Sri.

Sasaran dari kegiatan ini adalah keluarga kelompok kesejahteraan bawah, yang dikenal masyarakat sekitar sebagai keluarga miskin di desa yang masuk dalam prioritas satu sampai dengan tiga berdasarkan dari hasil FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas/ Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan) Kabupaten tahun 2021. Yaitu desa yang agak rentan hingga sangat rentan pangan. (xl)