KUTAI KARTANEGARA — Awal Januari 2026 diwarnai empat kejadian kecelakaan lalu lintas di Kutai Kartanegara (Kukar). Namun dari seluruh insiden itu, justru isu lain yang mencuat di masyarakat yakni kabar Jembatan Kartanegara yang disebut bergetar saat kejadian berlangsung.
Satlantas Polres Kukar pun menegaskan informasi tersebut tidak benar. Isu tersebut beredar setelah kecelakaan di kawasan jembatan mengakibatkan arus kendaraan tersendat. Banyak pengendara mengira getaran yang mereka rasakan berasal dari struktur jembatan yang bermasalah.
Kepala Satlantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli menegaskan kabar itu tidak memiliki dasar.
“Jembatan tidak mengalami goyangan atau kerusakan. Getaran yang dirasakan itu akibat penumpukan kendaraan saat penanganan kecelakaan,” ujarnya saat agenda Polantas Menyapa, Rabu (11/2/2026).
Dia menjelaskan empat kecelakaan tercatat pada awal Januari, sebagian besar terjadi pada malam hari di titik-titik padat seperti jalur dua dan kawasan jembatan Tenggarong. Satu kecelakaan lainnya terjadi di Samboja.
Saat proses evakuasi, arus lalu lintas memang sempat melambat, namun petugas cepat melakukan rekayasa sehingga kemacetan dapat diurai. “Lalu lintas kembali normal tidak lama setelah penanganan,” tambahnya.
Fandoli menilai padatnya arus wisatawan lokal pada akhir pekan turut memperberat kondisi lalu lintas. Banyak anak muda dari Samarinda dan daerah sekitar memadati kawasan tepian di Tenggarong untuk bersantai.
Dia mengimbau pengendara lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jembatan yang memiliki marka garis lurus. “Jangan mendahului di atas jembatan. Lebarnya terbatas dan itu sangat berisiko,” tegasnya.
Pihaknya memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan di titik-titik rawan kecelakaan. “Masyarakat kami minta tetap patuh pada rambu dan marka jalan demi keselamatan bersama,” tutupnya. (fjr)












