SAMARINDA – Perbaikan jalan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga di kawasan permukiman Samarinda. Sejumlah lingkungan masih membutuhkan lampu penerangan jalan agar aktivitas masyarakat lebih nyaman, terutama pada malam hari.
Persoalan ini menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. Selain perbaikan jalan dan drainase, penerangan jalan lingkungan turut menjadi perhatian dalam usulan pembangunan masyarakat.
Joha mengatakan, reses tidak hanya menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan, tetapi juga momentum untuk memahami mekanisme pengusulan program pembangunan. Saat ini, aspirasi masyarakat perlu tercatat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat RT, agar dapat diperjuangkan melalui sistem perencanaan pemerintah.
“Sekarang reses itu kita memperjuangkan aspirasi masyarakat apabila datanya sudah dimasukkan di Musrenbang melalui RT. Kalau tidak masuk, saat kita menginput aspirasi tersebut bisa tertolak di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD),” ujar Joha, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, mekanisme tersebut belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Masih ada warga yang menganggap usulan saat reses bisa langsung direalisasikan, padahal setiap program harus mengikuti tahapan perencanaan dan penginputan sesuai ketentuan.
Karena itu, Joha menilai pemahaman masyarakat mengenai proses Musrenbang perlu terus ditingkatkan. Dengan begitu, aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai usulan, tetapi memiliki jalur yang jelas untuk diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan.
Di sisi lain, kebutuhan penerangan jalan lingkungan dinilai perlu mendapat perhatian lebih. Joha menyebut sebagian usulan pemasangan lampu di kawasan permukiman telah diperjuangkan melalui penganggaran pada tahun sebelumnya.
Ia menilai, pembangunan jalan yang semakin baik perlu diikuti fasilitas pendukung yang memadai. Sebab, kondisi jalan yang bagus belum cukup apabila lingkungan di sekitarnya masih minim penerangan.
“Karena memang itu yang dibutuhkan. Salah satu permasalahan di Kota Samarinda ini selain banjir itu gelap. Sekarang jalan-jalan sudah bagus, tetapi belum masuk ke daerah permukiman,” katanya.
Joha menjelaskan, aspirasi yang disampaikan warga di wilayahnya lebih banyak berkaitan dengan penerangan jalan lingkungan, bukan jalan utama yang memiliki pengaturan tersendiri.
Ia berharap pembangunan infrastruktur di Samarinda tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga menjangkau kebutuhan dasar warga hingga ke kawasan tempat tinggal mereka.
“Jadi, sekarang kita masuk ke daerah permukiman. Betul-betul Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi juga terang,” tuturnya.
Menurut Joha, pemerataan penerangan menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas, termasuk warga yang tinggal di jalan-jalan lingkungan. (zu)












