KUKAR IDAMAN SEP 26

Jelang Lebaran, Polres Kukar Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu

Jelang Lebaran, Polres Kukar Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu
Ilustrasi. (freepik)

KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kecemasan mulai muncul di kalangan pedagang pasar hingga pelaku UMKM di Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka khawatir menjadi korban uang palsu di tengah meningkatnya transaksi belanja Ramadan dan persiapan Lebaran.

Keresahan ini disebabkan lonjakan perputaran uang tunai, terutama penukaran pecahan kecil untuk THR dan transaksi cepat di lapak-lapak pedagang menjadi celah bagi oknum untuk menyebarkan uang palsu. Melihat kondisi tersebut, Polres Kukar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Kabag Ops Polres Kukar Kompol Roganda menegaskan bahwa peredaran uang palsu biasanya meningkat saat kebutuhan uang tunai melonjak.

Baca Juga  Todd Dias Pamit dari Kaltim, Tinggalkan Jejak Kerja Sama Australia di Berbagai Bidang

“Kami mengimbau masyarakat benar-benar waspada terhadap peredaran uang palsu. Periksa setiap lembar uang yang diterima, jangan sampai lengah,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (28/2/2026).

Roganda menjelaskan, pedagang pasar takjil, pusat perbelanjaan, hingga warga yang melakukan penukaran uang pecahan baru untuk THR paling berisiko menjadi korban. Transaksi yang berlangsung cepat sering membuat orang tidak sempat memeriksa fisik uang.

Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) untuk memastikan keaslian uang. “Kalau ada yang mencurigakan, lebih baik ditolak. Dan jangan sekali pun mengedarkan kembali uang yang diduga palsu,” tegasnya.

Baca Juga  Data Masyarakat Miskin, Pemkot Samarinda Bakal Luncurkan Kartu SSN

Polres Kukar juga menyoroti menjamurnya jasa penukaran uang di pinggir jalan. Meski menawarkan kecepatan dan kemudahan, praktik ini dinilai memiliki risiko besar karena tidak ada jaminan keaslian uang.

“Jangan tergiur selisih kecil. Menukar uang di bank atau lembaga resmi jauh lebih aman,” kata Roganda.

Selama Ramadan hingga Idulfitri, kepolisian akan meningkatkan patroli dan sosialisasi di wilayah padat transaksi. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan uang yang dicurigai palsu. (fjr)