Jelang Nataru, Abdul Rofik Minta Penimbunan Pangan di Samarinda Diberantas

Jelang Nataru, Abdul Rofik Minta Penimbunan Pangan di Samarinda Diberantas
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Abdul Rofik. (Nita/komparasinews.id)

SAMARINDA – Harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) diprediksi mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam hal ini DPRD Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan antisipasi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Abdul Rofik mengatakan, adanya lonjakan harga dikarenakan adanya penimbunan atau tengkulak pangan. Sehingga dapat menyebabkan lonjakan harga dan kurangnya kebutuhan.

“Saya kira yang namanya mekanisme perdagangan itu sudah ter-update berapa keperluan, dan kebutuhannya. Artinya ayo kita bersama memberantas hal itu,” kata Rofik saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga  Erau Pelas Benua Guntung Dibuka, Upaya Melestarikan Kearifan Budaya Lokal

Lanjut Rofik, di Samarinda terjadi lonjakan karena disangga dari Kutai Kartanegara dan beberapa daerah lainnya.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota paling tidak stok yang ada diberikan bagi yang berstatus KTP Samarinda,” ujarnya.

Kemudian dengan penimbunan, pihak kepolisian TNI dan kejaksaan bisa bergerak. Kalaupun ada yang bisa dikerjasamakan dengan pemkot harus dikoordinasikan bersama.

Baca Juga  Pj Gubernur Rencanakan Ubah Maratua Jadi Destinasi Wisata Premium Kaltim

“Karena pemerintah juga tidak berdiam diri. Bahkan Wali Kota Samarinda, juga akan membantu dengan sarana prasarana yang diperlukan,” ucap Rofik.

Menurutnya sinergitas TNI dan Polri dalam memberantas penimbunan pangan sangat dibutuhkan. Dan Pemkot Samarinda mendukung hal tersebut dilakukan, agar bisa menindaklanjuti mafia yang sangat merugikan masyarakat.

“Selagi tidak melanggar aturan hukum, karena penimbunan tersebut hubungannya dengan penyidik, pemerintah hanya bisa memback-up dan menyeimbangkan,” tutupnya. (nta)