Jelang Perayaan Nataru 2026, Dishub Kukar Perketat Pengawasan Tiga Terminal Utama

Terminal Timbau di Kecamatan Tenggarong. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai meningkatkan kesiapsiagaan layanan transportasi dengan menempatkan personel di tiga terminal utama. Tiga terminal tersebut yakni Terminal Tenggarong (Tangga Arung), Terminal Kota Bangun, dan Terminal Muara Jawa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Angkutan Darat dan Penerbangan Dishub Kukar Kendarjo menyampaikan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional yang digelar Kementerian Perhubungan pada Jumat lalu.

“Kami di Kukar sendiri diminta tetap siaga di daerah, mengingat kondisi Kukar yang tidak memiliki angkutan kota dan menjadi wilayah transit, bukan jalur utama lintasan antarprovinsi,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Baca Juga  Pj Gubernur Kaltim Sebut IKN Ajang Kompetisi Generasi Muda Dukung Kesuksesan Bangsa

Sebanyak 15 personel akan ditempatkan di Terminal Kota Bangun, 7 personel di Terminal Tangga Arung, dan 2 personel di Terminal Muara Jawa. Di Muara Jawa, dukungan tambahan juga bakal diperkuat oleh ASDP, meski petugas khusus terminal tetap dua orang.

Dishub Kukar juga siap berpartisipasi dalam pengamanan pos bersama apabila dibutuhkan, yang biasanya melibatkan Kodim dan Polres. Namun penentuan lokasi posko gabungan masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

Baca Juga  Gebrakan di Awal Tahun, Pemprov Kaltim Turunkan Pajak Kendaraan Bermotor dan BBNKB

Selain itu, Dishub Kukar telah berkoordinasi dengan Dishub Kalimantan Timur dan seluruh petugas diminta tetap standby di terminal masing-masing. Dalam hal diperlukan pendampingan saat kunjungan Dishub Provinsi, Dishub Kukar akan menurunkan personel lapangan.

Dengan karakteristik Kukar sebagai daerah transit, Dishub memfokuskan pengawasan pada terminal-terminal yang menjadi titik keberangkatan masyarakat lokal.

“Kami di Kukar memastikan pelayanan angkutan dan pengawasan di terminal tetap optimal selama periode Nataru, meski mobilitas di Kukar tidak sepadat daerah lain yang menjadi jalur utama perjalanan antardaerah,” tutup Kendarjo. (fjr)