KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Ramadan, warga Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai menyiapkan tradisi tahunannya. Dengan merakit dua meriam besar yang akan menjadi alarm berbuka puasa.
Kepala Desa (Kades) Jantur Induk Abdul Azis menyebutkan, tradisi tersebut dinamakan warga desa sebagai Laduman.
Ini merupakan kegiatan turun-temurun yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Biasanya satu pekan menuju bulan puasa, warga Desa Jantur, Desa Jantur Selatan dan Jantur Baru bakal bergotong-royong membuat laduman tersebut.
“Yang menggagas kepala kampung atau petinggi. Mulai zaman kepala kampung tahun 1950, Muhamad Samran,” bebernya.
Dalam pembuatan laduman ini memerlukan waktu sekira lima hari dan dikerjakan secara gotong-royong.
“Bahannya pohon ngiur yang besar itu dibelah dua lansaung ditabuki. Jadi sudah ditabuk dibelahan, baru dijadikan satu. Habis itu baru dikelam pakai derum,” ujar Azis.
Tradisi ini selalu dinanti-nantikan dan disambut meriah oleh warga setempat. Suara laduman yang nyaring akan terdengar oleh seluruh warga dari tiga desa Jantur.
Dua laduman yang terbuat dari batang pohon itu sudah disiapkan dan diletakkan tepat di depan pelabuhan Masjid Jamiyatut Taqwa Desa Jantur dengan estimasi biasa Rp 5 juta. Ini adalah satu-satunya masjid besar yang digunakan seluruh warga dati tiga desa tersebut.
Nantinya panitia masjid bertugas menyalakan laduman tersebut saat menunjukkan waktu berbuka puasa. Satu laduman akan menghadap ke hulu dan satunya lagi menghadap ke hilir.
“Itu dinyalakan setiap buka puasa, satu kali. Kadang-kadang subuh bisa juga, tetapi jarang. Itu ramai (nyaring suaranya) di mana-mana bisa mendengar,” sambungnya.
Pihaknya sudah melakukan uji coba dengan menyalakan laduman tersebut dan berjalan dengan baik.
“Sudah selesai (pembuatan dan persiapan). Sebelum Ramadan atau sepekan alat-alat sudah dipersiapkan dan seluruh tim siap bekerja,” pungkasnya. (zu)












