Kolaborasi Pemkab dan Kejari Kukar Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Tenggarong

Kolaborasi Pemkab dan Kejari Kukar Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Tenggarong
Masyarakat sedang menunggu beras pada GPM di Creative Park Tenggarong. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Creative Park Tenggarong, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini berlangsung dua hari hingga Jumat (29/8/2025), menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, GPM merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus mengendalikan inflasi.“Tujuannya memastikan ketersediaan dan akses pangan yang stabil serta terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aulia, keberhasilan gerakan pangan murah hanya bisa dicapai dengan kolaborasi lintas pihak. Ia yakin, semakin banyak pihak yang terlibat, maka variasi pangan yang dijual dengan harga murah juga semakin beragam.

Baca Juga  Lahan 7 Hektare di Lawe-Lawe Disiapkan untuk Sekolah Rakyat Program Nasional

“Kolaborasi adalah kunci sukses pengendalian pangan. Tidak hanya di Tenggarong, kami ingin kegiatan ini bisa diperluas ke wilayah lain di Kukar,” jelasnya.

Dalam GPM kali ini, masyarakat bisa mendapatkan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, gula, tepung terigu, hingga tabung gas LPG 3 kilogram.

Baca Juga  Malvin Beri Dukungan, Gasali Mantap Maju Ketua KONI Balikpapan

Sementara itu, Kepala Kejari Kukar, Tengku Firdaus, menyampaikan kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 yang jatuh pada 2 September 2025.

“Selain pangan murah, kami juga melaksanakan bakti sosial, donor darah, pertanian, olahraga, hingga bazar murah. Ini bentuk sinergi nyata Kejaksaan dengan Pemkab Kukar untuk mendukung program pemerintah pusat, termasuk ketahanan pangan,” ungkapnya.

Firdaus menegaskan, sinergi antara Kejaksaan dan Pemkab Kukar adalah upaya untuk ikut meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. (fjr)