BALIKPAPAN – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan langsung tancap gas. Target juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser resmi dicanangkan sebagai tujuan utama kontingen Balikpapan.
Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menegaskan target tersebut bukan sekadar slogan seremonial. Menurutnya, juara umum hanya bisa diraih melalui pembinaan atlet yang konsisten, terukur, dan melibatkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Pernyataan itu disampaikan Gasali usai pelantikan pengurus KONI Balikpapan periode 2025–2029 di Balikpapan Sports and Convention Center (BSCC/Dome), Rabu (7/1/2026) malam.
“Target ini harus diperjuangkan dengan kerja nyata. Pembinaan harus serius, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak. Tidak ada jalan pintas,” tegas Gasali.
Sebagai langkah awal, KONI Balikpapan akan melakukan konsolidasi total dengan cabang olahraga, atlet, pelatih, pemerintah daerah, hingga sektor swasta. Sinergi lintas sektor tersebut dipandang krusial untuk membangun kontingen yang solid dan siap bersaing.
Gasali menilai prestasi olahraga di tingkat provinsi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya atlet yang diturunkan, melainkan oleh kualitas sistem pembinaan yang dijalankan secara terpadu. Karena itu, seluruh program kerja KONI akan diarahkan agar pembinaan berjalan dalam satu kerangka yang jelas dan terukur.
“Semua harus satu sistem. Kalau ingin bersaing dan unggul, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Saat ini, KONI Balikpapan menaungi 62 cabang olahraga. Sebanyak 58 cabang di antaranya telah memastikan tiket ke Porprov Kaltim 2026. Total 703 atlet diproyeksikan memperkuat kontingen Balikpapan menuju Paser.
Ke depan, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) akan menjadi tulang punggung program KONI Balikpapan. Pendampingan atlet akan diperketat, mencakup aspek teknik, fisik, hingga kesiapan mental menghadapi pertandingan.
Target juara umum ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan yang menempatkan prestasi olahraga sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan daerah. Gasali pun mengingatkan seluruh atlet untuk menjaga disiplin latihan dan semangat bertanding.
Pada babak kualifikasi Porprov, Balikpapan menempati posisi ketiga dengan perolehan 197 medali emas, 219 perak, dan 279 perunggu. Samarinda keluar sebagai juara umum, disusul Kutai Kartanegara di peringkat kedua.
“Hasil itu menjadi cermin sekaligus pemicu. Selisih medali masih bisa dikejar jika persiapan dilakukan lebih fokus dan disiplin,” tutup Gasali. (Zu)












