KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan isu pemotongan dana Beasiswa Kukar Idaman Terbaik tidak benar. Penyesuaian nominal beasiswa dilakukan karena jumlah penerima jauh melebihi kuota awal yang ditetapkan dalam APBD 2025.
Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setkab Kukar Dendi Irwan Fahriza, menjelaskan awalnya kuota beasiswa tahun 2025 hanya untuk 1.347 penerima. Namun setelah verifikasi administrasi dan lapangan, jumlah yang lolos mencapai 3.954 orang.
“Kalau di aplikasi (website) statusnya sudah lolos, berarti semua syaratnya terpenuhi. Karena itu, pemerintah memutuskan memfasilitasi seluruh penerima meski di luar kuota awal. Jadi tidak ada pemotongan, hanya penyesuaian besaran,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/2025).
Sebagai contoh, untuk kategori D4/S1 target awalnya hanya 867 orang. Namun setelah verifikasi, ada 2.955 yang memenuhi syarat.
Konsekuensinya, besaran beasiswa yang semula Rp5 juta per orang turun menjadi Rp1,6 juta. Hal serupa juga berlaku untuk kategori lainnya seperti beasiswa pesantren, S2, S3, maupun SMA sederajat.
Dendi memastikan anggaran tetap mengacu pada APBD 2025 tanpa ada efisiensi ataupun pemangkasan.
“Dana beasiswa tidak terkena rasionalisasi. Yang terjadi adalah jumlah penerima lolos melebihi kuota, sehingga besaran beasiswa disesuaikan,” terangnya.
Diketahui, jumlah pendaftar tahun ini mencapai sekitar 9.000 orang. Setelah verifikasi sistem dan lapangan, ribuan orang memenuhi seluruh syarat, seperti surat keterangan aktif, KHS asli bertanda tangan resmi, akreditasi, IPK sesuai ketentuan, serta semester maksimal 8.
“Kalau syaratnya lengkap, kami tidak bisa menggugurkan. Kalau dinyatakan tidak lolos, justru akan menimbulkan polemik. Karena itu semua yang memenuhi syarat difasilitasi,” jelas Dendi.
Dia menyebut Pemkab Kukar akan melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan beasiswa tahun ini. Evaluasi itu menyangkut perumusan besaran beasiswa, penyesuaian anggaran, hingga keselarasan target dengan RPJMD.
“Ke depan, harapannya lebih terukur agar besaran bisa sesuai dan kuota lebih jelas,” pungkasnya. (fjr)












