Mahasiswa FH Uniba Lakukan Penelitian Hukum Di Kebun Apel Malang

Foto : Kunjungan mahasiswa Fakultas Hukum Uniba di Kebun Apel Malang. (Istimewa)

MALANG – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (FH Uniba) melakukan study banding ke Kota Batu, Malang, Provinsi Jawa Timur baru-baru ini, kunjungan tersebut untuk melihat potensi sektor perkebunan holtikultura.

Hary, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini mengatakan ia mempelajari tentang ilmu perkebunan, salah satunya kebun apel yang saat ini dikembangkan sebagai wisata edukasi sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi pekebun di wilayah tersebut.

“Kami melakukan penelitian mengenai sistem pengelolaan yang secara mandiri dikelola oleh para pekebun rakyat di Kota Batu, Malang sehingga nantinya konsep tersebut dapat diterapkan kepada masyarakat kaltim saat mahasiswa melakukan kuliah kerja nyata (KKN),” terangnya.

Baca Juga  Ramaikan Expo Jogja 2023, Lima UMKM Asal Kaltim Promosikan Produk-Produk Unggulannya

25 mahasiswa yang berkunjung tersebut tampak antusias mendengarkan paparan dari pekebun apel tentang strategi pengelolaan lahan perkebunan agar lebih efektif, mereka juga mempelajari tentang bentuk perijinan pemanfaatan lahan, hasil produksi, kendala yang dialami dan harapan pekebun menyangkut adanya pengaturan hukum mengenai harga buah – buahan untuk memberikan kepastian harga bagi pekebun agar mampu bersaing dengan buah impor.

Ia mengakui Kaltim yang ditetapkan sebagai Ibu Kota Nusantara, masih bergantung kepada daerah lain seperti Sulawesi dan Jawa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi terutama pada sayur mayur dan buah-buahan. Hal ini dirasa menjadi masalah harga sayur mayur termasuk buah-buahan akan melambung tinggi.

Baca Juga  Langkah Strategis Bumdes Sumber Purnama Hasilkan Produk Beras Sendiri

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Uniba, Rinto menerangkan pihaknya melakukan hal tersebut ntuk menambah wawasan bagi mahasiswa di luar lingkup kelas agar melihat secara langsung yang dilakukan masyarakat dalam mengembangkan sektor perkebunan.

“Kegiatan ini sangat penting untuk rekan-rekan mahasiswa dalam menambah pengetahuan sektor perkebuan, mempelajari teori diruang kelas saja tidak cukup, mahasiswa harus terlibat langsung bertemu para pekebun guna mempelajari tahap demi tahap yang dilakukan pekebun, dengan begitu mahasiswa lebih mudah mendapatkan pemahaman, nantinya jika mereka KKN sudah memiliki bekal keilmuan yang cukup,” pungkas Rinto. (zu)