Novi Marinda Putri Dukung Langkah Pemkot Lakukan Penertiban Algaka Tak Berizin

Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Novi Marinda Putri. (Istimewa).

SAMARINDA – Kota Samarinda tengah mempersiapkan diri dengan serius untuk Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang dijadwalkan pada tahun 2024 mendatang. Dalam rangka memastikan proses Pemilu berjalan lancar, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda telah gencar melakukan penertiban alat peraga kampanye (algaka) yang tidak memiliki izin.

Para calon legislatif dari berbagai tingkatan, termasuk kota, kabupaten, provinsi, hingga DPD RI, bersama dengan tim pemenangan Capres dan Cawapres, telah aktif melakukan promosi dan sosialisasi menggunakan berbagai bentuk Algaka. Meskipun demikian, upaya penertiban ini diteruskan dengan tekad untuk menjaga kebersihan dan tatanan kota yang baik.

Baca Juga  Prabowo Reshuffle Kabinet, Sri Mulyani Hingga Budi Arie Dicopot

Hal ini juga turut menjadi atensi Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Novi Marinda Putri. Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun memberikan dukungannya terhadap inisiatif Pemkot dalam menjaga kebersihan kota.

“Sekarang kan sudah dibersihkan dan kalau masih ada beberapa mungkin prosesnya perlahan. Satpol PP dan lainnya sudah membersihkan tapi mungkin karena terlalu banyak yang ditertibkan jadi dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Salah satu titik fokus penertiban adalah menghilangkan Algaka yang dipasang di berbagai lokasi, termasuk pinggiran jalan besar. 

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Pemprov Imbau Masyarakat Kaltim Tukarkan Uang di Tempat Resmi

“Di Teluk Lerong Ulu sudah habis yang di pinggir jalan besar terutamanya. Kalau yang dalam gang saya kurang paham bagaimana mekanismenya,” tambahnya.

Dia juga berharap bahwa upaya penertiban yang telah dilakukan akan berdampak positif pada kebersihan dan keindahan tata kota Samarinda. Ia mengingatkan masyarakat, terutama mereka yang ingin memasang algaka, untuk mengantongi izin pemasangan yang mencakup barcode pembayaran pajak. 

“Sekarang sudah ada barcode pembayaran pajak, ada beberapa baliho memang sudah berbarcode itu sudah bayar pajak,” tutup Novi. (zu)