Orang Tua Murid dan Para Guru Minta Kepala Sekolah di SD Ini Mundur, Ada Apa?

Disdikbud Samarinda Tolak Keras Adanya Penyediaan Alat Kontrasepsi di Sekolah
Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin. (Komparasinews)

SAMARINDA – Viral di media sosial Instagram yang melihatkan sebuah spanduk berukuran 4 x 1 meter bertuliskan bahwa seluruh guru dan orang tua salah satu SD negeri di Sungai Kunjang menolak kepala sekolah berinisial NA melanjutkan kepemimpinannya. Spanduk tersebut dipasang tepat di depan pagar pintu masuk sekolah, Kamis (16/1/2025).

Diketahui, spanduk tersebut terpasang sebagai puncak kesabaran para orang tua murid dan para guru di sekolah atas ketidakpuasan terhadap cara kepemimpinan yang diberikan oleh NA.

“Kami meminta ibu Nurul untuk turun dari jabatannya. Kami sudah cukup lama bersabar dan sudah empat kali mengadukan hal ini ke dinas pendidikan. Tapi, tetap saja tidak ada solusi yang konkret,” kata Nur Julianti, salah satu orang tua murid.

Permasalahan ini bermula dari pemecatan guru yang dilakukan langsung oleh NA. Hal ini membuat orang tua murid mengeluh lantaran kekurangannya tenaga pengajar di SD tersebut.

Baca Juga  Sertijab Pimpinan Kecamatan Tenggarong Seberang, Sekda Sampaikan Tiga Poin Penting

“Sejak kelas 3 sampai kelas 5, anak-anak kami sudah beberapa kali berganti guru. Nilai mereka menurun drastis karena pergantian guru yang tidak konsisten. Beberapa guru honorer yang sudah lama mengajar di sekolah ini diberhentikan tanpa pengganti yang mampu. Belum lagi petugas perpustakaan dan koperasi terpaksa mengisi kekosongan sebagai guru,” bebernya.

Nur Julianti bersama orang tua murid lainnya pun menyoroti kurangnya perhatian terhadap hak-hak anak. Seperti kegiatan yang ada di lingkungan sekolah.

“Misalnya setiap 17 Agustus, tidak ada anggaran untuk lomba kenegaraan. orang tua murid terpaksa menggalang dana sendiri untuk mengadakan lomba,” kata Nur Julianti, diaminkan orang tua muridnya lainnya.

Baca Juga  Dispar Kukar Targetkan Semua KeKraf Kecamatan Terbentuk dalam Dua Tahun

Dia juga mengecam cara komunikasi NA yang dianggap kasar dan tidak sesuai dengan lingkungan pendidikan anak-anak. Kemudian, jadwal ulangan yang tidak konsisten dan soal ujian yang sering kali belum siap.

Ada soal ulangan yang diberikan secara mendadak tanpa persiapan karena belum selesai difotokopi. Hal ini menyita waktu belajar anak-anak kami,” ungkap Bungalia.

Orang tua murid lainnya, Diana, menyoroti masalah pengugasan guru yang dinilai tidak sesuai. “Bagaimana bisa seorang lulusan SMA dijadikan wali kelas, sementara guru yang berlatar belakang sarjana pendidikan (S.Pd) tidak dipertahankan? Seharusnya, kebijakan seperti ini dipertimbangkan dengan matang demi kualitas pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Asli Nuryadin saat dikonfirmasi mengatakan masih ada kegiatan dan hanya mengirimkan pesan melalui pesan whatsapp. Kata dia, NA saat ini tengah dalam proses berkas acara pemeriksaan (BAP).

Baca Juga  Berisiko Keselamatan, Gubernur Kaltim Ungkap Kekeliruan Mekanisme Sandar Kapal KEK MBTK

“Saya sedang rapat, terkait ibu kepala sekolah yang dimaksud sedang proses BAP oleh Tim Disdik Kota Samarinda, kita tunggu hasil BAP nya” singkatnya. (nta)

slot gacor hari ini situs gacor toto slot login situs toto slot gacor