KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Bulog terkait penyerapan gabah (padi) petani di wilayah Kukar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin hasil panen petani terserap secara optimal.
Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik menyebutkan harga gabah kering panen yang disepakati dalam kerja sama ini adalah Rp6.500 per kilogram. Penyerapan dilakukan Bulog melalui kemitraan dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), kelompok tani, dan penggilingan padi di tingkat lokal.
“Strategi penyerapan gabah ini melibatkan berbagai pihak. Bulog bekerja sama dengan Gapoktan dan penggilingan. Kami dari Distanak ikut memastikan jalannya proses ini agar berjalan sesuai target,” ujar Taufik, Jumat (30/5/2025).
Dia menambahkan, program ini telah berjalan di enam kecamatan yang sudah menjalin kemitraan tertulis dengan Bulog. Keenam kecamatan tersebut meliputi Loa Kulu, Tenggarong Seberang, Anggana, Marang Kayu, Tenggarong, dan Samboja.
“Ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung petani. Kami ingin mereka tidak hanya panen, tapi juga mendapatkan harga yang layak dan pasar yang pasti,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Bulog menyalurkan dukungan dana kepada mitra-mitra pelaksana seperti Gapoktan atau kelompok tani. Gabah hasil panen petani kemudian dikirim ke penggilingan sebagai bagian dari proses penyerapan.
Taufik berharap langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta memberikan kepastian harga dan distribusi bagi para petani di Kutai Kartanegara.
“Dengan adanya kemitraan petani dengan bulog, diharapkan dapat membantu petani terkait pendanaan penanaman padi dan penyerapan gabah,” tandasnya. (adv/fjr)
monperatoto











