KUTAI KARTANEGARA – Proyek pembangunan Jembatan Sebulu, yang akan menghubungkan tiga kabupaten di Kaltim yaitu Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Barat (Kubar), serta wilayah Kecamatan Sebulu dan Dusun Serbaya, dipastikan tetap berlanjut 2025 ini. Dimulai sejak 2024, proyek ini merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kukar.
Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi dampak efisiensi anggaran terhadap proyek ini, Camat Sebulu, Edy Fachruddin menyatakan optimistis pembangunan Jembatan Sebulu tetap berjalan sesuai rencana. Menurutnya pembangunan jembatan ini memiliki peran strategis bagi masyarakat dan ekonomi wilayah sekitar.
“Mudah-mudahan tidak terdampak karena proyek ini termasuk salah satu prioritas pembangunan Pemkab Kukar. Mengingat pentingnya jembatan ini bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, saya optimistis proyek ini akan terus berjalan sesuai rencana,” ujarnya, Kamis (20/2/2025).
Lebih lanjut Edy menambahkan, keberadaan Jembatan Sebulu sangat dinantikan oleh masyarakat. Terutama bagi mereka yang selama ini mengandalkan transportasi sungai yang terbatas dan kurang efisien.
“Selama ini, masyarakat harus menggunakan perahu atau kapal untuk menyeberang, yang tentunya memakan waktu dan biaya lebih besar,” tambahnya.
Jembatan ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. (adv/fjr)












