Pemerintah Luncurkan Inovasi Pengasuhan Terintegrasi Tamasya di Kutim

Pemerintah Luncurkan Inovasi Pengasuhan Terintegrasi Tamasya di Kutim
Pemerintah luncurkan inovasi pengasuhan terintegrasi Tamasya di Kutim. (istimewa)

KUTAI TIMUR – Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) resmi meluncurkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) secara nasional.

Peluncuran dilakukan langsung Mendukbangga/Kepala BKKBN Dr Wihaji di Tamasya TPA Tunas Harapan kawasan perkebunan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Group Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Selasa 27 Mei 2025.

“Tamasya dirancang sebagai inovasi pengasuhan yang terintegrasi, untuk membantu keluarga, khususnya orang tua bekerja agar tetap produktif tanpa mengabaikan tumbuh kembang anak,” kata Wihaji.

Baca Juga  Tiga Kecamatan di Samarinda Tak Luput Diterjang Banjir, Terparah di Sungai Pinang

Kata dia, Indonesia kini memasuki masa bonus demografi, dengan proporsi penduduk usia produktif mencapai 70 persen, namun pemanfaatannya belum optimal.

“Tamasya hadir sebagai jawaban konkret, menghadirkan empat layanan utama,” ujarnya.

Layanan utama Tamasya yakni neningkatkan kompetensi pengasuh, melalui kelas daring gratis Tamasya di KERABAT dan pembelajaran mandiri di SiBima Kelas BKB EMAS (Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting).

Baca Juga  MTQ Ke-12 Muara Jawa Sukses Digelar, Kafilah Kelurahan Dondang Jadi Pemenang

Selain itu, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, di mana setiap bulan dilakukan pengukuran tinggi/berat badan.

Pendampingan kepada orangtua/keluarga, berupa pemberian umpan balik pertumbuhan perkembangan anak dan kegiatan edukasi parenting.

“Layanan rujukan bagi anak-anak yang membutuhkan intervensi lanjutan terkait kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan,” tutupnya.

Adapun peluncuran Tamasya dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, serta Kementerian Ketenagakerjaan. (xl)

Baca Juga  Disdikbud Kukar Gelontorkan Ratusan Miliar untuk Kebutuhan Sapras
toto slot