Pemkab Kukar Atasi Kemiskinan di Tingkat Bawah Melalui Program Rp150 Juta Per RT

Pemkab Kukar Atasi Kemiskinan di Tingkat Bawah Melalui Program Rp150 Juta Per RT
Musrenbang RPJMD Kukar Tahun 2025-2029 di Ruang Rapat Bapedda. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program unggulan RT-Ku Terbaik sebagai salah satu dari 17 Program Dedikasi Visi Kukar Idaman Terbaik. Program ini ditujukan memperkuat ketahanan sosial dan pangan masyarakat dengan fokus penanganan langsung di tingkat rukun tetangga (RT).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut RT-Ku Terbaik sebagai program strategis yang mampu menjadi solusi dengan sebutan “tembak di kepala” dalam mengatasi persoalan masyarakat secara tepat sasaran.

“Ketika di RT itu ada warga miskin, kita selesaikan dengan program Rp150 juta per RT. Kalau ada anak terancam gizi buruk atau tidak bisa sekolah, kita tangani langsung di situ,” tegas Aulia usai Musrenbang RPMJD Kukar Tahun 2025-2029, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga  Sempat Terkendala Efisiensi, Pemkab Kukar Pastikan Festival Kota Juang Sangasanga Tetap Digelar

Menurutnya, RT akan menjadi pusat penguatan data atau baseline yang lebih akurat. Melalui data tersebut, pemerintah daerah bisa mengetahui angka pengangguran, potensi produktif, hingga kondisi sosial di masyarakat.

“Kalau kita bicara pengentasan kemiskinan, ada dua cara yakni bantuan langsung (charity) dan pemberdayaan (empowerment). Mapping ini harus jelas di level RT agar program pemerintah bisa tepat sasaran,” terangnya.

Baca Juga  Sayid Muziburrachman Lakukan Reses Perdana, Sambangi Warga Sungai Keledang

Contohnya, jika ada pemuda usia produktif yang menganggur namun punya keterampilan, RT dapat segera melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja agar bisa mengikuti program Kukar Siap Kerja.

Selain soal pemberdayaan, RT-Ku Terbaik juga mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan. Mulai dari arisan, keagamaan, hingga musyawarah pembangunan RT akan mendapatkan dukungan.

Aulia memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat lewat program ini. “Kita ingin pemerintah betul-betul hadir, bukan hanya dari atas, tapi sampai ke level RT,” tandasnya. (fjr)