Pemkab Kukar Beri Imbauan Tata Krama Belimbur Erau Adat Pelas Benua 2023

Pemkab Kukar Beri Imbauan Tata Krama Belimbur Erau Adat Pelas Benua 2023
Pemkab Kukar beri jmbauan tata krama Belimbur Erau Adat Pelas Benua 2023. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Pesta adat Erau 2023 memasuki hari terakhir. Dan akan ditutup dengan acara Mengulur Naga dan prosesi Belimbur pada Minggu (1/10/2023) besok.

Diketahui, Belimbur adalah ritual terakhir sekaligus penanda berakhirnya perayaan Erau. Belimbur adalah  proses upacara adat yang dilakukan untuk menyucikan diri Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dari pengaruh jahat. 

Dan Ritual ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh rakyat Kukar untuk mendapatkan penyucian dan perlindungan diri. Karena secara makna sakralnya adalah untuk mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan terhindar dari malapetaka. 

Menyambutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah memberi imbauan kepada masyarakat yang ikut serta dalam prosesi belimbur. Imbauan ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pihak agar prosesi berlimbur benar-benar dilakukan secara tertib.

Wakil Bupati (Wabup) Kukar Rendi Solihin berharap pelaksanaan tradisi pesta adat ini berjalan lancar. Tanpa ada berita-berita miring usai pelaksanaan belimbur.

Baca Juga  Dinas PU Kukar Targetkan Perbaikan Jalan Dusun Pendamaran Rampung Agustus

“Kami minta seluruh masyarakat untuk patuh terhadap imbauan Sultan Kutai
Aji Muhammad Arifin, agar prosesi sakral ini benar-benar berjalan tanpa hambatan dan kabar-kabar buruk setelahnya,” tegas Rendi.

Sejumlah petugas pun bakal disiagakan di titik-titik lokasi belimbur. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya aksi menyiram air yang menyalahi tata krama.

“Ayo semua warga bersama-sama menjaga kesakralan prosesi belimbur ini. Mari kita buktikan bahwa masyrakat Kukar memang berbudaya,” harapnya.

Selain itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah mengeluarkan titah tata cara menjalani proses belimbur. Pertama, menetapkan Tata Krama belimbur Erau Adat Pelas Benua Tahun 2023 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Kesultanan dalam suatu titah Sultan Kutai kartanegara Ing Martadipura Ke XXI.

Baca Juga  Lahan Resmi Diserahkan ke Pusat, Gedung ISBI Segera Dibangun

Kedua, tata krama belimbur Erau Adat Pelas Benua Tahun 2023 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Meliputi lokasi Belimbur dari kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong sampai Loa Janan Simpang 3 Kecamatan Loa Janan.

Waktu pelaksanaan belimbur sejak Sri Paduka Sultan Kutai Kartanegara Martadipura XXI memercikan air tuli kurang lebih dimulai Jam 10.00 Wita s.d 15.00 Wita. Belimbur dengan menggunakan penadah air (gayung) dan mengguyur menggunakan air Sungai Mahakam dan Air Bersih yang disediakan didalam drum di sepanjang jalan yang telah ditentukan.

Dalam belimbur dilarang menggunakan air kotor dan air najis. Dilarang Belimbur menggunakan air yang dimasukkan kedalam plastik dan dilempar.

Dalam melakukan belimbur dilarang menggunakan mesin pompa air yang disemprotkan secara langsung kepada masyarakat. Dilarang melakukan pelecehan seksual, dilarang menyiram dilarang kepada lansia, ibu hamil, dan anak-anak balita.

Baca Juga  Resmikan Wisata Belanja, Pj Gubernur Kaltim Harap Buka Peluang Baru bagi Pelaku Usaha

Ketiga, menetapkan sanksi bagi pihak pihak yang melanggar tata krama belimbur pada acara pelaksanaan erau adat pelas benua tahun 2023. Diberlakukan sanksi hukum adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura berdasarkan hasil mufakat Majelis tata nilai adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kemudian Diberlakukan sanksi Hukum positif Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia. (zu)