DPKH Kaltim Perketat Pengawasan Ternak, Waspadai Stres Panas di Musim Kemarau

Ilustrasi.

SAMARINDA – Cuaca panas saat musim kemarau menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ternak. Paparan suhu tinggi dapat memicu stres panas atau heat stress, yang membuat ternak rentan mengalami dehidrasi serta penurunan kondisi tubuh.

Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh ternak, sehingga berisiko memicu munculnya berbagai penyakit. Di antaranya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, hingga serangan parasit seperti cacingan.

Dikutip dari siaran resmi, Fungsional Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Maulana Firmansyah, menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi ternak di wilayah Kaltim masih relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan kasus penyakit yang signifikan.

Baca Juga  Turunkan Angka Stunting, Pemkot Samarinda Lakukan Studi Tiru ke Surabaya

“Umumnya disebabkan oleh stres panas atau heat stress. Kendala utama pada ternak saat memasuki musim kemarau adalah suhu tinggi yang memicu penurunan kondisi tubuh,” ujar Maulana di Samarinda, belum lama ini.

Dia menjelaskan, saat ternak mengalami kepanasan, kondisi tubuh akan melemah sehingga memudahkan penyakit lain muncul, seperti PMK, Jembrana, maupun penyakit parasit seperti cacingan yang cenderung meningkat.

Baca Juga  Gelar Gebyar Pajak 2024, Pemkot Samarinda Apresiasi Kontribusi Aktif Pemenuhan Kewajiban

Untuk mengantisipasi hal tersebut, DPKH Kaltim terus memperkuat pengawasan melalui kegiatan surveilans serta mengintensifkan edukasi kepada para peternak. Selain itu, cakupan vaksinasi terhadap penyakit seperti PMK, Jembrana, dan Lumpy Skin Disease (LSD) juga terus ditingkatkan.

Langkah ini dilakukan guna menekan risiko penyebaran penyakit sekaligus menjaga kondisi ternak tetap sehat di tengah perubahan cuaca ekstrem selama musim kemarau. (xl)