KUTAI KARTANEGARA – Orang tua siswa di Kutai Kartanegara (Kukar) yang telanjur membeli seragam sekolah tidak perlu khawatir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan biaya pembelian dapat diganti melalui mekanisme reimbursement dengan mengajukan klaim melalui sekolah.
Kebijakan itu disampaikan Bupati Aulia Rahman Basri sebagai bagian dari pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.
Dia menjelaskan, orang tua yang sudah membeli seragam maupun perlengkapan sekolah cukup menyerahkan nota pembelian kepada pihak sekolah. Untuk diproses sesuai mekanisme yang telah disiapkan pemerintah.
“Orang tua yang sudah lebih dulu membeli perlengkapan sekolah dapat mengajukan penggantian biaya melalui sekolah dengan melampirkan nota pembelian,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Aulia, pemerintah menyiapkan dua skema agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski distribusi seragam gratis belum selesai. Pertama, siswa diperbolehkan menggunakan pakaian biasa atau seragam dari sekolah sebelumnya untuk sementara waktu.
Sementara skema kedua, pemerintah mengganti biaya pembelian bagi orang tua yang telah lebih dahulu membeli seragam maupun perlengkapan sekolah.
“Dua mekanisme ini kami siapkan agar seluruh anak tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar sambil menunggu bantuan disalurkan,” katanya.
Aulia menjelaskan, distribusi seragam baru dapat dilakukan setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai. Tahapan tersebut diperlukan agar sekolah dapat mendata jumlah siswa sekaligus mengukur kebutuhan ukuran baju, celana, sepatu, topi, dan perlengkapan lainnya.
“Setelah SPMB selesai, sekolah melakukan identifikasi ukuran perlengkapan siswa. Anggarannya sudah kami siapkan dan mulai disalurkan ke sekolah-sekolah,” tuturnya.
Aulia menambahkan, anggaran program disalurkan langsung ke sekolah melalui skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berdasarkan data peserta didik yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses distribusi seragam gratis dapat rampung sebelum akhir Juli 2026 sehingga seluruh siswa segera menerima perlengkapan sekolah yang menjadi hak mereka. (fjr)












