Pemkot Samarinda Genjot Revitalisasi Jalur Pedestrian di Kawasan Citra Niaga

Pemkot Samarinda Genjot Revitalisasi Jalur Pedestrian di Kawasan Citra Niaga
paparan perencanaan desain kawasan Citra Niaga dari pihak konsultan, Rabu (22/2/2023). (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Revitalisasi jalur untuk pejalan kaki (Pedestrian). Salah satunya tahun ini di kawasan Citra Niaga tengah digenjot Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Di luar peremajaan trotoar jalan, Pemkot turut melakukan preservasi bangunan rumah toko (Ruko) di kawasan jalan Niaga Utara dan bangunan pasar Galunggung.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, niat Pemkot menyulap kawasan Citra Niaga menjadi jalur pedestrian akan terwujud tahun ini. Desain perencanaan yang diajukan pihak konsultan disebut telah sesuai dengan keinginan yang diharapkan pemerintah.

“Jadi apabila pedestrian yang dilakukan pada kawasan Jalan Niaga Utara nanti terlaksana, maka
kawasan ini akan menjadi terasnya kompleks Citra Niaga. Karena dari arah Jalan Panglima Batur sudah terlihat,” urainya setelah mendengarkan paparan perencanaan desain kawasan Citra Niaga dari pihak konsultan, Rabu (22/2/2023).

Baca Juga  Antusiasme Tinggi di Futsal KNPI Cup 2025, Dispora Batasi Peserta Karena Padatnya Agenda Kejuaraan

Lebih lanjut disampaikan, pembangunannya nanti lebih memprioritaskan ruang terbuka hijau. Supaya dapat menghadirkan rasa nyaman dan aman bagi pejalan kaki yang ingin belanja.

Pada trotoar kawasan Jalan Niaga Utara nanti, perencanaaan dari pihak konsultan trotoar diperlebar menjadi 2,71 meter. Motif trotoarnya juga diambil dari desain motif sarung Samarinda. Dengan anggarannya mencapai Rp4,8 miliar.

“Nanti ada kantong-kantong parkir yang disiapkan khusus untuk di kawasan ini. Jadi kendaraan tidak bisa lagi parkir di bahu jalan,” beber orang nomor satu di Kota Tepian ini.

Pemkot, sambungnya, juga bakal membenahi tampilan dari bangunan ruko di kawasan jalan Niaga Utara. Bangunan yang akan dibenahi nanti diklasifikasikan terlebih dahulu berdasarkan tingkat kerusakannya. Mulai dari rusak ringan hingga berat.

Baca Juga  Klaim Stok Aman Jelang Nataru, Pemkot Samarinda Imbau Masyarakat Tak Beli Panik

Sedangkan untuk ruko pasar Galunggung atau penjual baju-baju cakar, bakal dibangunkan kembali dengan bangunan dua lantai. Sehingga lantai bawah hanya khusus untuk tempat parkir kendaraan.

“Saya minta konsultan untuk mendesainkan bangunannya. Konsepnya lebih sedikit terbuka hingga kondisi di dalam tidak perlu lagi menggunakan AC,” terang Andi Harun.

Karena itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda diminta segera menginventarisasi aset lahan pemerintah pada jalur evakuasi di kompleks ruko jalan Niaga Utara. Yang infonya telah berdiri bangunan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga  Disdikbud Kukar Siapkan Beasiswa 1.000 Guru Sarjana untuk Pegawai Non-PNS

“Saya minta segera ke lapangan untuk mengiventarisasi lahan kita. Kalau betul ada berdiri bangunan pada lahan yang semestinya sebagai jalur evakuasi saat terjadi musibah, maka saya minta segera dibongkar bangunan tersebut,” tandasnya. (xl)