SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memprioritaskan program infrastruktur pengendalian air. Untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap menjadi persoalan di Kota Tepian.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Hendra Kusuma mengungkapkan, Pemkot tengah berfokus pada dua aspek. Yakni sumber daya air yaitu pemanfaatan air dan pengendalian daya rusak air.
“Kami sangat peduli dengan dua hal ini. Air sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia dan harus dilestarikan, namun kita juga harus mengendalikan daya rusak air yang sering menyebabkan banjir,” ucap Hendra.
Salah satunya Sungai Karang Mumus yang menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pengendalian banjir.
“Itu yang menjadi fokus kami, meskipun ada kewenangan BWS, karena ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Samarinda,” ujarnya.
Hendra juga menyampaikan, sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Samarinda, BWS, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, dan Kementerian PUPR, pengelolaan Sungai Karang Mumus dilakukan secara kolaboratif.
“Konstruksi dikerjakan oleh pihak BWS, provinsi melaksanakan normalisasi, dan Pemkot Samarinda melakukan proses pembebasan lahan untuk masalah sosialnya,” bebernya.
Lanjut Hendra, progres pengendalian banjir terus berjalan dengan baik. Mulai dari perbaikan saluran air dari sisi Jalan Dr Sutomo, Jalan Tarmidi, hingga ke atas posisi Jalan Ruhui Rahayu terus berjalan.
“Ini tantangan besar bagi kami, yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat yang biasa hidup berdampingan dengan sungai untuk naik sedikit ke darat,” ungkap Hendra.
Dia juga menyebutkan dalam memperingati Pekan Air Sedunia 2024 yang bertema “Menjembatani Batas: Air untuk Masa Depan yang Damai dan Berkelanjutan”, pihaknya mengajak semua untuk mengakui hubungan regional dan global antara masyarakat dan negara.
Dalam konteks kedaerahan, kata Hendra, upaya pengendalian banjir di Samarinda menjadi bagian dari kontribusi lokal terhadap solusi global.
“Kami berharap dengan adanya Pekan Air Sedunia, masyarakat makin sadar akan pentingnya menjaga dan mengelola sumber daya air dengan baik,” tandasnya. (nta)












