BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus menggemakan netralitas aparatur sipil negara (ASN) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang. Sebagaimana ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni pada pertemuan multipihak dalam rangka pembahasan persiapan Pengawasan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Hotel Horison Bandara Balikpapan, Selasa (12/11/2024).
Disampaikan, Pemprov Kaltim melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim terus melakukan sosialisasi, termasuk melaksanakan Rakor Forkopimda, juga mengingatkan netralitas ASN. Bagian dari imbauan netralitas ASN, Pemprov Kaltim menggelar sayembara video pendek netralitas saat Pemilu serentak lalu dan Pilkada saat ini.
“Ini untuk menggemakan netralitas itu wajib bagi ASN. Sehingga, dapat mencegah para ASN melakukan gerakan-gerakan di media sosial yang menyebabkan tidak netral,” pesannya.
Berdasarkan pengalaman, sebut Sri, penyelenggaraan Pemilu, baik pemilihan anggota legislatif (Pileg), pemilihan presiden-wakil presiden (Pilpres) hingga Pilkada sebelumnya hingga saat ini di Kaltim dalam kondisi aman dan damai.
“Sesuai pengamatan dan pengalaman sebelumnya sudah baik. Alhamdulillah, kondisi Kaltim kondusif dan damai,” ungkapnya.
Menurut dia, kesuksesan itu dapat dilihat ketika partisipasi pemilih Pilpres 2024 mencapai 79,80 persen. Selain itu, Pemprov Kaltim sudah menggelontorkan dana hibah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk kesuksesan pesta demokrasi. Malahan hanya Provinsi Kaltim yang memberikan jaminan BPJS kepada penyelenggara Pemilu.
“Prinsipnya hingga saat ini menjelang 27 November, situasi di Kaltim dalam suasana damai,” tegas Sri.
Sri menyatakan, desk Pilkada melakukan rapat koordinasi setiap Senin, yang diikuti KPU, Bawaslu dan Forkopimda se Kaltim, sehingga informasi terkini selalu ada. Informasi terkini tidak hanya disampaikan di tingkat provinsi, tetapi juga kabupaten dan kota se-Kaltim, salah satunya melalui zoom. (xl/advdiskominfokaltim)












