SAMARINDA – Penurunan angka pengangguran menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni saat membuka Job Market Fair (JMF) 2023 garapan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Dipaparkan, salah satu program prioritas pembangunan di Kaltim di tengah-tengah kegiatan pembangunan daerah di berbagai bidang adalah penurunan jumlah angka pengangguran. Sri mengungkap pada 2022 angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6.77 persen atau turun 0,04 persen dibandingkan Februari tahun 2021.
“Ini tentunya bukan tugas yang ringan mengingat untuk menjadikan Kalimantan Timur Berdaulat,” sebutnya.
Sementara pada sisi lain Pemprov juga harus mendorong pertumbuhan sektor usaha untuk dapat terciptanya lapangan kerja baru. Serta perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan potensi ekonomi pada semua sektor lapangan usaha seperti pengembangan potensi sumber daya alam yang mempunyai prospek pasar
yang jelas dan nilai ekonomi yang tinggi.
“Termasuk mendorong kegiatan usaha yang sudah ada dengan melakukan perluasan atau diversifikasi usaha melalui peningkatan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi program pembangunan ketenagakerjaan dengan sektor pembangunan ekonomi di daerah,” terang Sri.
Sehingga bakal tercipta lapangan kerja baru dan perluasan kesempatan kerja. Yang keberhasilannya ditunjukkan dengan meningkatnya angkatan kerja/pencari kerja lokal agar dapat bekerja pada seluruh lapangan kerja yang terbuka di Kaltim.
“Salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menurunkan jumlah angka pengangguran dengan menggelar JMF yang dilaksanakan. Ini merupakan ajang mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan pengguna tenaga kerja sesuai kompetensi kebutuhan tenaga kerja,” urainya.
Kata Sri, pameran bursa kerja ini memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat penempatan tenaga kerja secara praktis, efisien dan efektif. Serta membantu pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang diinginkan.
“Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pencari kerja. Sebab dari 2018 sampai 2022 kegiatan ini sempat tertunda karena pandemi Covid-19, dan sekarang baru bisa terlaksana kembali,” kata dia.
“Pameran JMF seperti ini harus terus dilakukan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Bahkan pemerintah bertekad terus untuk mendorong terciptanya kesempatan kerja seluas-luasnya dan menempatkan tenaga kerja secara inklusif dengan menggandeng berbagai pihak,” sambung Sri. (xl/advdiskominfokaltim)












