Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas untuk Tarik Kunjungan Masyarakat

Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas untuk Tarik Kunjungan Masyarakat
Edy Wakhyudi menyebut fasilitas ditingkatkan guna menarik pengunjung. (Komparasinews.id)

SAMARINDA – Perpustakaan Kota Samarinda kian meningkatkan fasilitas. Guna menarik pengunjung perpustakaan untuk terus datang.

Kepala Bidang Pengelolaan Pelayanan dan Pelestarian Perpustakaan Edy Wakhyudi mengatakan, bukan hanya fasilitas saja yang terus ditingkatkan. Tetapi dari segi pengunjung pun terus dilakukan oleh pihaknya.

“Untuk pengunjung perpustakaan ini sudah mulai ada peningkatan, semenjak dibukanya kembali perpustakaan usai wabah covid-19. Dan pengunjung pun ada dari warga Kutai Kartanegara, Sungai Meriam,” kata Edy Wakhyudi, Rabu (5/9/2023).

Perpustakaan Samarinda juga menggaet Dinas Pendidikan dan Wali Kota untuk mengajak sekolah PAUDlebih menggalakkan berkunjung ke perpustakaan.

Baca Juga  Shania Rizky Minta Pemkot Samarinda Evaluasi Pro-Bebaya, Ini Sarannya

“Biasanya kami mengunjungi langsung ke sekolah menggunakan mobil dari perpustakaan. Tetapi ada juga yang berkunjung langsung ke perpustakaan,” ujarnya.

Kemudian, Perpustakaan Samarinda juga telah menggunakan aplikasi Inlis Lite sebagai database untuk pengunjung mengisi data diri, meminjam buku, dan mengetahui banyaknya pengunjung perpustakaan.

“Jadi setiap bulan itu kita tinggal kroscek saja di aplikasi Inlis Lite untuk mengetahui sirkulasi pengunjung. Data yang ada di dalamnya juga kita pisah, seperti umur, jenjang pendidikan, jenis kelamin itu sudah terpisah,” ucap Edy.

Baca Juga  Program Bimbingan Belajar Dispora Kukar Siap Bantu Calon Mahasiswa PKN STAN

Selain menggalakan berkunjung ke perpustakaan, pihaknya juga lebih mengenalkan lagi aplikasi Inlis Lite kepada pengunjung. Karena di aplikasi tersebut pengunjung juga bisa membaca buku melalui Inlis Lite.

Adapun Perpustakaan Samarinda memiliki 25 ribu judul buku, dan 2 ribu judul buku di aplikasi. Buku-buku tersebut merupakan hibah dari masyarakat sesuai dengan peraturan Wali Kota Samarinda Andi Harun, melalui gerakan Wakaf Literatur.

“Ya, jadi wali kota sudah memiliki peraturan bahwa masyarakat bisa menghibahkan bukunya ke perpustakaan. Kecamatan, Kelurahan, dan Instansi terkait harus memiliki pojok baca, dan meminta Masyarakat sekitarnya untuk menyumbangkan buku ke kecamatan sekitar,” tutup Edy. (nt)