Persiapan Erau Adat Kutai 2025 Rampung, Kirab Budaya hingga Belimbur Jadi Puncak

Persiapan Erau Adat Kutai 2025 Rampung, Kirab Budaya hingga Belimbur Jadi Puncak
Konferensi Pers Erau Adat Kutai 2025 yang dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Kepala Disdikbud Kukar. (ist)

KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2025 dipastikan siap digelar. Serangkaian acara mulai dari seremonial pembukaan, kirab budaya, hingga prosesi sakral belimbur telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Pembukaan dijadwalkan berlangsung 21 September di Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Acara akan dibuka langsung Sultan Kutai, disertai sambutan Bupati Kukar, Gubernur Kaltim, serta Menteri Pariwisata yang rencananya turut hadir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Thauhid Afrilian Noor menyebut seluruh persiapan hampir rampung.

Baca Juga  Selaraskan Visi dan Misi, Pemprov Kaltim Gelar Rembuk Pendidikan 2024

“Semua perangkat daerah sudah terkoneksi dengan baik. Pengamanan juga siap dengan dukungan Polres, Kodim, Satpol PP, dan Dishub,” jelasnya saat Konferensi Pers di Kantor Disdikbud Kukar, Ahad (7/9/2025).

Kemeriahan pembukaan akan ditandai dengan kirab budaya dan prosesi seserahan yang diikuti 20 kecamatan dan berbagai paguyuban di Kukar. Tak ketinggalan, tarian massal dari sekitar 400 pelajar juga akan menambah semarak acara.

Untuk prosesi penutupan, tradisi Belimbur akan kembali menjadi daya tarik utama. Pemerintah daerah menyiapkan penampungan air bersih di beberapa titik guna mengantisipasi kondisi Sungai Mahakam yang berpotensi surut.

Baca Juga  Samarinda Ditetapkan sebagai Kota Inovatif Nasional

“Kami juga menghimbau masyarakat agar menjaga kebersihan selama prosesi belimbur,” ujar Thauhid.

Dia menambahkan, rangkaian acara sakral yang digelar di Museum Mulawarman akan sepenuhnya ditangani oleh pihak Kesultanan Kutai, sementara pemerintah daerah memegang jalannya prosesi seremonial.

“Proses seremonial ini yang memegang adalah pihak Pemerintah Kabupaten sedangkan untuk acara sakral yang akan dilaksanakan di Museum Mulawarman adalah dari pihak Kesultanan,” tegasnya. (fjr)