Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur Jadi Puncak Sakral Erau Adat Kutai

Prosesi belimbur di depan halaman Museum Mulawarman sebagai tanda berakhirnya Festival Erau Adat Kutai. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Ribuan warga memadati halaman Museum Mulawarman dan Kedaton untuk menyaksikan prosesi Ngulur Naga, puncak rangkaian Erau Adat Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025 yang dilanjutkan dengan tradisi Belimbur, Ahad (28/9/2025).

Prosesi Ngulur Naga merupakan upacara sakral Kesultanan Kutai yang melambangkan perjalanan kehidupan dan keseimbangan alam semesta. Sementara Belimbur yaitu tradisi saling memercikkan air, menjadi simbol penyucian diri, penghapusan segala hal buruk, sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat.

Baca Juga  Naik Sepuluh Persen, Ini Rincian Perubahan APBD PPU Tahun 2023

Kerabat Kesultanan Kutai Pangeran Noto Negoro Heriansyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada panitia serta masyarakat yang telah mendukung kelancaran seluruh rangkaian Erau.

“Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya. Hari ini kita dapat berkumpul dalam prosesi Ngulur Naga, rangkaian sakral Erau Adat Kutai Kartanegara,” ucapnya.

Suasana prosesi berlangsung khidmat sekaligus meriah. Setelah Ngulur Naga, masyarakat dari berbagai kalangan larut dalam kegembiraan Belimbur. Air yang dipercikkan dipercaya mampu membersihkan diri, baik lahir maupun batin, sekaligus mempererat kebersamaan.

Baca Juga  Fokus ke Depan, TP PKK Kukar Dukung Penuh Program Penanganan Stunting

Menurut Kesultanan, Erau tahun ini kembali menegaskan bahwa Kutai Kartanegara adalah pusat warisan budaya tertua di Indonesia.

“Nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur semoga tetap terjaga dan menjadi kebanggaan, sekaligus daya tarik pariwisata bagi Kukar,” katanya. (fjr)