KUTAI KARTANEGARA – Rencana pembangunan lapangan tenis di kawasan wisata Pulau Kumala, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), masih dalam pembahasan mendalam.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar memastikan pembangunan hanya akan dilakukan jika fasilitas itu benar-benar efektif, sesuai kebutuhan atlet, serta mendukung konsep Pulau Kumala sebagai destinasi sport tourism.
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah telah sepakat mendorong pengembangan Pulau Kumala sebagai kawasan wisata unggulan yang terintegrasi dengan kegiatan olahraga.
Namun, sejumlah aspek teknis masih harus diuji sebelum keputusan pembangunan dibuat.
Menurutnya, salah satu poin evaluasi adalah pemanfaatan lahan, mengingat olahraga tenis juga bisa dimainkan pada malam hari.
“Saat ini masih dalam tahap evaluasi. Karena tenis bisa digelar malam hari, kami menilai dulu efektivitas pemanfaatan lahannya,” ujar Ali, Jumat (14/11).
Selain fasilitas tenis, Dispora Kukar juga menyiapkan agenda penyelenggaraan olahraga tradisional di Pulau Kumala. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut melalui kegiatan bernuansa budaya dan olahraga.
Kajian lebih teknis dilakukan bersama pengurus cabang olahraga untuk memastikan pembangunan tidak berujung sia-sia. Evaluasi diarahkan pada dua skenario: merehabilitasi fasilitas lama atau membangun sarana baru di lokasi yang dinilai lebih layak.
“Kami masih membahas bersama pengurus cabor agar pembangunan tidak mubazir. Apakah lebih tepat merehabilitasi fasilitas lama atau melanjutkan pembangunan di lokasi baru,” jelasnya.
Ali menargetkan rancangan pembangunan mulai masuk tahap perencanaan pada tahun depan, termasuk persiapan pembangunan fisik yang tetap menyesuaikan ketersediaan anggaran daerah.
“Rencananya tahun depan sudah mulai masuk tahap perencanaan hingga fisik, tentu disesuaikan dengan anggaran,” tegasnya. (adv/fjr)












