Ramai-Ramai Dirikan Kampus di Lokasi IKN, Deni Hakim: Memudahkan Pendidikan Tinggi

Deni Hakim.

SAMARINDA – Ditunjuknya Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi Ibukota Negara Indonesia (IKN) memunculkan polemik pro dan kontra dari berbagai kalangan. Namun, perpindahan IKN disambut positif oleh kampus yang ada di Pulau Jawa dengan berlomba mendirikan lagi kampusnya di lokasi IKN.

Hal tersebut mendapat tanggapan positif Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Deni Arif Hakim. Dia mengatakan, dengan adanya kampus favorit yang ada di Pulau Jawa, justru memudahkan bagi yang ingin mengenyam pendidikan tinggi di kampus yang ada di Jawa.

“Sangat mendukung dengan dibukanya kampus di lokasi IKN. Karena otomatis pemuda kita tidak perlu jauh-jauh ke Jawa. Karena selama ini selalu identik ketika anak SMK atau SMAN lulus selalu ingin berkuliah di Pulau Jawa. Karena di sana memiliki prasarana dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa dikatakan memadai,” kata Deni saat dihubungi melalui telpon, Rabu (2/3/2022).

Baca Juga  Muhammad Samsun Soroti Desa di Kaltim yang Belum Teraliri Listrik 24 Jam

Deni menambahkan, dengan adanya pembangunan kampus favorit ke lokasi IKN, dapat memudahkan jika ingin masuk ke kampus tersebut tidak perlu ke Pulau Jawa lagi.

“Tidak ada masalah dengan kampus lokal. Justru sangat bagus dan juga sudah memiliki segmen positif masing-masing, baik kampus yang ada di kaltim maupun di Pulau Jawa dan bisa membangun sinergi,” tambahnya.

Baca Juga  Jelang Pemilu, Dewan Ingin Milenial Diedukasi Politik

Politikus partai Gerindra itu juga menegaskan, didirikannya kampus dari Pulau Jawa ke Kaltim jangan dijadikan saingan. Karena lulusan SMK dan SMA setiap tahunnya sangat banyak. Sehingga jika kampus lokal penuh, bisa pergi ke PPU atau lokasi IKN untuk memilih kampus di sana

“Diharapkan kampus yang ada di Samarinda, juga bisa didirikan di IKN. Apalagi Kaltim tentunya justru menjadi ikon dari lokasi IKN itu. Otomatis setiap kampus pastinya sudah mempersiapkan semuanya karena membangun kampus itu tidak mudah harus siap segalanya. Salah satunya prasarana dan tenaga pendidik yang utama,” pungkas Deni. (nta)