KUTAI KARTANEGARA – Kumala Institute menggelar diskusi publik dengan tema peran pemuda untuk persiapan sumber daya manusia (SDM) guna menyambut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), Selasa (10/5/2022). Diskusi bertempat di Kampus Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong.
Founder Kumala Institute Ferry E Solihin mengatakan, pemindahan IKN sendiri merupakan berkah bagi tuan rumah dalam hal ini Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kukar juga Kaltim secara keseluruhan. Namun demikian pemindahan IKN ini juga merupakan tantangan bagi tuan rumah agar tetap bisa menjadi tuan di tanahnya sendiri.
“Diperkirakan ke depan akan hadir dua sampai tiga juta orang yang akan hadir atau bahkan lebih yang akan bermigrasi ke Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara seiring dengan berpindahnya ibu kota Ke Kalimantan Timur. Ini tentunya juga menjadi tantangan bagi masyarakat asli Kaltim maupun Kutai Kartanegara apakah kemudian kita sudah siap menyambut IKN dan bersaing dengan jutaan orang yang akan bermigrasi ke Kutai Kartanegara,” bebernya.
“Mulai dari orang yang memiliki skill hingga yang non skill pun akan pindah ke ibu kota negara. Ibarat layaknya mata air di mana ada mata air pasti di situ semua orang akan menuju dan mendatangi, itulah ibu kota negara,” sambung Ferry.
Dia menyambung, di sinilah kemudian peran pemuda Kukar dalam mempersiapkan SDM. Pemuda harus menjadi penggerak atau role model pembangunan SDM, harus mengambil peran lebih dalam berbagai macam dinamika yang ada hari ini. Khususnya dalam menyambut pembangunan IKN.
“Kami yakin dan percaya bahwa pemuda hari ini sampai pada puncak pembangunan IKN 2045. Yang hari ini dinamakan pemuda merakalah yang nantinya pada tahun 2045 akan berperan lebih besar dalam proses pemerintahan maupun dinamika sosial, politik dan ekonomi yang ada di sekitaran IKN,” jelasnya.
Menurut Ferry, banyak yang harus dipersiapkan. Hari ini saja menurut data Bappeda Provinsi Kaltim, angka kemiskinan Kukar mengalami kenaikan pada dua tahun terakhir dimana tahun 2020 sebesar 7,31% dan tahun 2021 mencapai titik tertinggi dalam lima tahun terakhir sebesar 7,99%.
Kapasitas dan kapabilitas pemuda harus terus ditingkatkan. Tidak hanya kemampuan akademis di sekolah maupun di kampus namun juga kemampuan nonakademis semisal kemampuan Bahasa Inggris, Komputer dan lain sebagainya. Yang tidak didapatkan secara maksimal di bangku sekolah.
“Inilah yang kemudian harus disiapkan bersama. Bekerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada khususnya pemerintah daerah Kutai Kartanegara untuk sama-sama merumuskan skema dan grand desain dalam penyiapan SDM yang unggul dalam menyiapkan pemuda dan masyarakat Kutai Kartanegara menyambut pemindahan Ibu Kota Negara yang baru,” beber Ferry.
Sehingga pemuda Kukar yang ada hari ini tidak mengalami gegar budaya ketika ibu kota negara baru nanti sudah berjalan.
“Yang kemudian kami khawatirkan hari ini adalah pemuda kita agak cuek dengan pemindahan IKN. Tidak mempersiapkan diri, tidak mengasah diri, sehingga ketika IKN sudah siap kemudian kita memaksakan diri untuk masuk di IKN, untuk membuka jejaring di sana kemudian kita tidak bisa bersaing. Tidak bisa survive dengan pendatang yang mungkin notabene skillnya mungkin berada di atas kita. Inilah yang kemudian harus kita antisipasi,” urainya.
Hal ini yang kemudian menjadi semangat Ferry. Untuk mendirikan satu lembaga yang fokus dalam bidang pengembangan sumber daya manusia khususnya bagi pemuda yaitu Kumala Institute.
“Agenda ini juga sekaligus menjadi momen Grand Launching Kumala Institute. Harapannya juga kerja-kerja lembaga ini bisa didukung oleh seluruh stakeholder yang ada. Sehingga apa yang kemudian kita cita-citakan bersama yaitu sumber daya manusia yang unggul bisa tercapai,” tegasnya.
Hadir dalam diskusi publik ini Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Seno Aji serta Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi dan beberapa anggota dewan Kukar seperti Sopan Sopian dan Ria Handayani. (zu)












