SAMARINDA – Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, bahkan nasional yang dapat menjaga kestabilan perekonomian. Hal ini menurut Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana, dibuktikan saat pandemi Covid-19, sektor pertanian merupakan sektor yang masih tumbuh positif.
Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan dan industri terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. “Sehingga upaya peningkatan produksi pangan perlu menjadi perhatian pemerintah dan stakeholder terkait, baik pusat maupun daerah,” kata Siti Farisyah Yana, Ahad (10/10/2021).
Untuk memenuhi kebutuhan pangan, lanjutnya, peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam baru dan peningkatan indeks pertanaman harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Dikemukakannya, strategi mencapai kebutuhan pangan, seperti penyediaan benih bermutu varietas unggul baru yang produktivitasnya tinggi. Juga, sesuai dengan preferensi petani dengan jumlah yang cukup dan tepat waktu.
Peningkatan produksi dan kualitas hasil yang baik, ujarnya, merupakan orientasi utama dari kegiatan pembangunan tanaman pangan. “Benih merupakan kebutuhan dasar, serta input utama dalam melakukan kegiatan tanaman pangan,” jelasnya.
Selain bantuan benih Padi dan Jagung tahun anggaran 2021, kebijakan yang diambil Pemerintah dengan program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan merupakan pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan.
“Diupayakan peningkatan produksi komoditas padi dan jagung minimal 7 persen, serta kenaikan tiga kali ekpor sampai 2024,” sebut Yana. (luk)












