KUKAR IDAMAN SEP 26

Soal Banjir, Legislator Samarinda Desak Pemkot Koordinasi dengan Kementerian PUPR

Novan Syahronny Dorong Pemkot Samarinda Antisipasi Banjir Saat Sungai Pasang
Novan Syahronny Pasie. (istimewa)

SAMARINDA – Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam penanganan masalah banjir khususnya yang disebabkan kenaikan Sungai Mahakam.

Menurutnya, waaupun Pemkot gencar melakukan pembangunan drainase untuk mengatasi masalah banjir, ada upaya lain yang harus dilakukan. Terutama ketika tingginya air Sungai Mahakam menjadi pemicu banjir. Drainase saja menurut Novan tidak akan cukup mengatasinya.

Dalam hal ini Novan mendesak Pemkot untuk menjalin koordinasi erat dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) di Kementerian PUPR.

Baca Juga  Pemkab Kukar Salurkan Bantuan WC dan Bedah Rumah di Desa Embalut

“Pembangunan pintu air yang dapat mengatur aliran dari Sungai Mahakam ke anak-anak sungai nantinya akan berperan penting dalam mengurangi risiko banjir saat pasang,” sebut Novan, Kamis (12/10/2023), 

Dirinya juga menyoroti masalah sosial yang berkaitan pembebasan lahan di beberapa titik kritis. Khususnya di area permukiman di bantaran Sungai, mulai dari Jalan AM Sangaji, Jembatan Gatot Subroto, hingga Jalan Tarmidi.

Menurut Novan, dengan menyelesaikan pembebasan lahan di kawasan bantaran Sungai Karang Mumus, bakal membantu mempercepat pekerjaan yang dilakukan oleh BWS Kementerian PUPR.

Baca Juga  Dekat Aktivitas Tambang, Muara Jawa Dinilai Strategis untuk TKBM

“Jika kita bisa mengatur permukiman di kawasan bantaran SKM, maka normalisasi sungai dan pelebaran sungai akan memastikan air diserap dengan lebih efisien,” terangnya.

Novan berharap Pemkot Samarinda dapat membangun pintu air yang berfungsi untuk mengendalikan aliran air dari anak-anak sungai. Sebagai rencana jangka panjang pada 2024.

“Dengan langkah-langkah tersebut, saya yakin kita dapat mengurangi risiko banjir yang diakibatkan oleh pasangnya air Sungai Mahakam,” tegasnya. (xl)