KUKAR IDAMAN SEP 26

Terpantau 77 Titik Panas, BPBD Kaltim Antisipasi Potensi Karhutla Jelang Musim Kemarau

Ilustrasi Karhutla. (Foto: Humas KLHK)

SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau. Hal ini menyusul terpantau sekitar 77 titik panas di sejumlah wilayah di Kaltim.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kaltim Cahyo Kristanto mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penetapan status siaga bencana hidrometeorologi dari pemerintah provinsi. Sebagai dasar penguatan langkah penanganan.

“Status siaga masih menunggu SK Gubernur. Regulasinya sedang berproses, dan kami berharap dalam waktu dekat sudah ditetapkan,”sebut Cahyo belum lama ini, dikutip dari siaran resmi.

Walau belum ada penetapan resmi, BPBD Kaltim tidak tinggal diam. Sejumlah langkah antisipasi mulai dipersiapkan, terutama menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga September.

Baca Juga  Jokowi Ungkap Penyebaran Covid-19 Meningkat, Minta Masyarakat Lakukan Ini

“Kami sudah mulai menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk memastikan kesiapan mesin pompa air. Tujuannya agar respons di lapangan bisa lebih cepat saat terjadi kebakaran,” jelasnya.

Bukan hanya itu, BPBD juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan karhutla. Menurut Cahyo, sinergi antara pemerintah daerah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perusahaan perkebunan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) menjadi faktor kunci dalam pengendalian kebakaran.

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama semua pihak agar penanganannya cepat dan efektif,” tegasnya.

Baca Juga  Diskominfo Kaltim Klaim Pengelolaan Aset dan Anggaran Sudah Sesuai Prosedur

Berdasarkan evaluasi kejadian pada 2023, hampir seluruh wilayah di Kalimantan Timur memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik lahan, terutama kawasan gambut yang mudah terbakar saat musim kering.

Sementara itu, dari hasil pemantauan terbaru, titik panas terdeteksi tersebar di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan sebagian wilayah Kota Bontang.

Meski saat ini masih terdapat potensi hujan, BPBD Kaltim tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Warga diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga  Muara Muntai Ulu Kembangkan Wisata Susur Sungai Mahakam

“Kami minta masyarakat lebih waspada. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar, terutama saat memasuki musim kemarau,” tegas Cahyo. (xl)