KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan Pendampingan Pengisian Kertas Kerja Penilaian Mandiri Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi tahun 2025. Agenda ini bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Dispora Kukar, Kamis (29/5/2025), dan diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.
Pendampingan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Kukar dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kaltim. Dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga Sabtu, mengingat banyaknya jumlah peserta yang mencapai 56 OPD, termasuk kecamatan dan kelurahan diseluruh Kukar.
Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar, Ahyani Fadianur Diani dalam keterangannya menjelaskan, pendampingan ini penting untuk meningkatkan kualitas pengisian SPIP oleh masing-masing OPD.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan BPKP Provinsi. Ada sekitar 21 kertas kerja yang harus diisi oleh tiap OPD, sehingga memerlukan waktu dan ketelitian,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan.
Ahyani mengungkapkan, peserta dibagi dalam tiga kelompok besar selama pelaksanaan pendampingan. Hari pertama diikuti oleh sekitar 20 OPD di bawah koordinasi Asisten I, dan sisanya akan mengikuti pada hari berikutnya.
“Target kita adalah agar nilai SPIP tahun ini bisa meningkat dari tahun sebelumnya. Karena penilaian ini bersifat terintegrasi antar-OPD, maka pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara parsial,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap OPD diwajibkan mengirimkan minimal tiga hingga lima orang delegasi. Dengan tujuan agar beban pengisian tidak hanya ditanggung satu orang, sekaligus mempercepat proses saat mereka kembali ke OPD masing-masing.
“Para peserta ini nantinya berperan sebagai asesor yang akan mengisi seluruh form yang dibutuhkan,” kata Ahyani.
Dirinya berharap supaya seluruh peserta dapat memahami pendampingan tersebut agar dapat membuat pengelolaan OPD semakin baik.
“Harapannya, seluruh OPD bisa mengidentifikasi risiko sejak dini, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan keuangan, sehingga nilai SPIP Kukar ke depan bisa semakin baik,” tandasnya. (adv/fjr)












