PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih adaptif di era digital.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mengadakan Pelatihan Digitalisasi UMKM yang diselenggarakan tanggal 5-7 Maret 2025 bertajuk “Nge-Live Yuk!” yang kini memasuki sesi kedua. Acara ini berlangsung di Aula Hotel Aqilah, Nipah-Nipah, dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.
Dalam sambutannya, Abdul Waris menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi para pelaku UMKM agar tetap kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Di era digital seperti sekarang, UMKM harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Jika tidak, mereka akan sulit bersaing dan bisa tertinggal. Live streaming adalah salah satu cara efektif untuk menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan,” ujarnya.
Pelatihan ini berfokus pada strategi pemasaran digital melalui live streaming. Para peserta diberikan materi mengenai cara membuat konten siaran langsung yang menarik, teknik membangun interaksi dengan pelanggan, serta strategi meningkatkan daya tarik produk melalui media sosial dan platform digital lainnya.
Menurut Abdul Waris, digitalisasi dapat membuka peluang baru bagi UMKM untuk memperluas pasar mereka, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk lebih terbuka terhadap inovasi dan memanfaatkan teknologi dengan baik.
“Saya berharap UMKM di PPU tidak takut menghadapi perubahan. Manfaatkan teknologi sebaik mungkin dan teruslah berinovasi agar usaha bisa berkembang,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten PPU akan terus berkomitmen dalam memberikan dukungan kepada UMKM agar mereka dapat bertahan dan berkembang di era digital ini. Berbagai program pelatihan dan pendampingan akan terus digalakkan guna meningkatkan keterampilan digital pelaku UMKM.
“Kami tidak ingin ada UMKM yang tertinggal dalam perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kami akan terus memberikan fasilitasi dan dukungan agar mereka bisa lebih maju dan mandiri,” tegasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Rina, seorang pengusaha kuliner di PPU, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Menurutnya, pemasaran digital merupakan tantangan tersendiri bagi UMKM, namun dengan pelatihan ini, ia menjadi lebih percaya diri untuk memulai strategi pemasaran melalui live streaming.
“Awalnya saya ragu apakah cara ini efektif atau tidak, tetapi setelah mendapatkan pelatihan, saya sadar bahwa live streaming bisa sangat membantu dalam menarik perhatian pelanggan,” katanya.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, diharapkan pelaku UMKM di PPU dapat terus meningkatkan keterampilan digital mereka agar dapat bertahan dan berkembang di era digital ini. Pemerintah juga berencana untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa guna memberikan manfaat lebih luas bagi para pelaku usaha di daerah tersebut. (Adv/Zu)












