SAMARINDA – Pembangunan Tugu Pesut di Simpang Lembuswana, Samarinda yang diketahui menghabiskan anggaran Rp1,1 miliar ini kembali menjadi sorotan publik. Polemik ini kembali muncul usai beberapa media nasional mengangkat isu besarnya dana yang dialokasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk proyek ikon baru ibu kota Provinsi Kaltim tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar menekankan perlu adanya keterbukaan informasi mengenai detail penggunaan anggaran. Menurutnya, transparansi sangat penting untuk menjawab keraguan masyarakat.
“Tugu ini adalah siluet yang menggambarkan pesut, meski dalam bentuk abstrak. Konsep semi seperti ini sering diterapkan di kota-kota besar,” kata Deni, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (28/1/2025).
Dia mengatakan DPRD Samarinda berencana akan menggelar pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda guna mendalami rincian anggaran. Langkah ini bertujuan memastikan alokasi dana sudah sesuai dengan peruntukannya.
“Komunikasi lebih intensif dengan pihak terkait akan dilakukan setelah masa reses. Hal ini agar memberikan kejelasan secara terbuka kepada publik,” ujarnya.
Deni juga mengajak masyarakat melihat pembangunan Tugu Pesut ini secara objektif, baik dari perspektif Seni maupun kebutuhan modernisasi kota.
“Perbedaan pendapat dalam pembangunan adalah hal yang wajar. Tetapi, kota juga harus menjadikannya sebagai langkah maju untuk Samarinda,” pungkasnya. (nta)
toto slot slot gacor slot gacor situs slot gacor slot gacor situs togel











