Waspadai Potensi Kembalinya Covid-19, DPRD Kaltim Minta Masyarakat dan Pemerintah Tidak Lengah

Foto : Ilustrasi Covid-19. (Istimewa)

SAMARINDA – Dugaan kemunculan kembali kasus Covid-19 di Kalimantan Timur menjadi perhatian serius DPRD Kaltim. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

“Ini peringatan dini untuk kita semua. Jangan sampai kita terlena hanya karena pandemi kemarin sudah dinyatakan berakhir. Nyatanya, virusnya masih ada,” ujar Damayanti, Senin (16/6/2025).

Dugaan kasus Covid-19 ini mencuat setelah dua pasien yang dirawat di RSUD AWS Samarinda menunjukkan hasil reaktif dalam tes antigen. Salah satu pasien dilaporkan telah sembuh dan dipulangkan, namun proses konfirmasi melalui tes PCR masih berjalan.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp77,45 Miliar untuk Tujuh Organisasi, KONI Terbesar

Damayanti mengingatkan bahwa kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, pengalaman pahit selama pandemi 2020–2022 harus menjadi pelajaran untuk terus menjaga kewaspadaan.

“Meski kita sudah lebih siap sekarang, tetap saja kalau kita lengah, penyebarannya bisa terjadi lagi. Yang paling penting itu menjaga diri, kebersihan, pola makan sehat, dan kalau ada gejala, segera periksa,” tegasnya.

Sebagai anggota legislatif yang membidangi urusan kesehatan, Damayanti juga mendorong Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pelacakan kontak erat, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan memastikan seluruh fasilitas kesehatan dalam kondisi siaga.

Baca Juga  Pemkab Kukar Gandeng Perusahaan Pertambangan dan Perkebunan Optimalkan Program Beasiswa

“Kita tidak perlu panik, tapi harus bertindak cepat dan terkoordinasi. Pemerintah juga jangan tutupi informasi. Lebih baik terbuka supaya masyarakat paham dan siap,” lanjutnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Meski pandemi telah berlalu, ia menekankan bahwa virus masih bisa berkembang jika kewaspadaan menurun.

“Virus seperti ini kan tidak kelihatan, jadi pencegahannya ya kembali ke kita masing-masing. Jangan menunggu sakit dulu baru waspada,” pungkasnya. (adv/zu)