SAMARINDA – Harus ada kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan perangkat daerah agar keberwujudaan satu data dapat terlaksana dengan baik. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal saat menerima kunjungan BPS, Jumat (12/5/2023).
Dijelaskan, Satu Data Indonesia memiliki banyak sekali manfaat. Salah satunya membantu pemerintah dalam membuat rencana kerja pembangunan.
“Saya tertarik dengan pengembangan fisik portal Desa Cantik. Makin banyak dikembangkan maka makin bagus,” ungkap Faisal.
Karenanya Diskominfo telah merencanakan jika sudah ada gedung baru akan membuat front office khusus statistik serta PPID. Sehingga masyarakat yang ingin ke front office statistik dan PPID bisa langsung ke sana.
Sementara itu Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana Nababan menyebutkan, kedatangannya ke Diskominfo Kaltim untuk berkolaborasi dalam Satu Data Indonesia. Menurutnya Satu Data ini tidak bisa terpisah.
“Kami mengajak kolaborasi dalam Satu Data. Karena Satu Data luas, maka dalam waktu dekat ini kami mengembangkan kembali portal Desa Cantik,” tuturnya.
Yusniar menilai program ini mesti didukung keaktifan perangkat daerah. Dalam memberikan data yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga nantinya bisa diolah dengan baik.
“Untuk itu kami mohon bantuan dan dukungan dari Diskominfo Kaltim,” ujarnya. (xl/advdiskominfokaltim)












